Mencari Makna Gajah Uling, Salah Satu Motif Batik Produk Unggulan Kabupaten Dati II Banyuwangi

0 44

Mencari Makna Gajah Uling, Salah Satu Motif Batik Produk Unggulan Kabupaten Dati II Banyuwangi

Gajah Uling, aslinya adalah salah satu motif batik khas Banyuwangi, yang merupakan salah stau dari beberapa produk unggulan Kabupaten Dati II Banyuwangi. Kini nama Gajah Uling mulai dipakai perkumpulan Volly ball, JPKM, bahkan nama sebuah Lingkungan di Kelurahan Temenggungan tempat Sentra Batik ini berada.

Perkembangan Batik Gajah Uling baik kualitak maupun kuantitasnya cukup menggembirakan, bahkan akhir-akhir ini banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Sangarsanggar Batik, seperti ke Sanggar Batik : Sri Tanjung, Tirtawangi dan Sayuwiwit. Namun yang amat disayangkan, bila mereka bertanya tcntang arti Gajah Uling, jawaban mereka berbeda-beda. Hal inilah yang mendorong penulis menginventarisir bcrbagai pendapat tentang arti atau makna Gajah Uling itu.

Ada yang menafsirkan gajah Uling itu adalah bersatunya ‘orang besar’ dan ‘orang kecil’, atau para pejabat dan masyarakatnya. Gajah binatang besar dan Uling, binatang kecil. Adajuga yang menafsirkan, gajah itu besar dan uling adalah kata plesetan dari eling. Jadi gajah uling adalah elingingat/taqwa kepada Yang Maha Besar. Ada lagi pendapat yang agak ‘ekstrim’, bahwa gajah uling adalah simbol sex. Hal ini dilihat dari bentuk gajah uling itu sama dengan ‘cantolan kelambu ranjang’ orang-orang tempo doeloe.

Lain lagi pendapat Mas Soeroso dan Bambang Sujalmo, seniman ukir yang pernah mengikuti program pertukaran pemuda keluar Jawa, mengatakan Gajah Uling dalam seni ukir disebut Elung Lascm (elung artinya ranting kembang). kalau Mbah Rokak, seorang mantan pembatik bercerita pada cucu-cucunya yang juga pembatik, bahwa sesungguhnya ada kesalahan sebut tentang gajah uling yang seharusnya gajah nguling. Mbah Rokak tidak menjeLaskan apa arti gajah nguling itu, “teka embah-embah bengen yo gediguwis beng” (dari nenek-nenek dulu ya begitu sudah nak).

Menurut Mbah Rokak dan Nang Apik, bahwa gajah uling sesungguhnya berasal dari gajah nguling. Mengapa demikian Pertama, mereka adalah orang-orang yang Iebih lama mengetahui perkembangan gajah uling kita, paling tidak perkembangan gajah uling kita, palign tidak mercka mendengar sejarah batik gajahuling dari embah-embah mereka yang juga pembatik. Kedua, bila dikaitkan dengan istilah gajah nguling dalam Kamus Umum Bahas Indonesia dan kamus Besar Bahasa Indonesia, terbitan Balai Pustaka Jakarta 1987 dan 1995, adalah ‘pas’. Bukankah gajah nguling, bahasa Indonesianya gajah terguling. Gajah guling dalam dua kamus di atas adalah dua untai melati penghias/perhiasan sanggul.

Namun bila kita mau mengamati ornamen gajah uling pada batik gajah uling scbelum adanya pengembangan, ornamen gajah uling terediri dari unsur; ranting, bunga daun dan kupu-kupu. Persamaan terletak pada bunga (taruhlah bunga melati). pada gajah guling, bunga melati itu sudah dipetik , dirangkai untuk penghias sanggul, sedang pada gajah uling kita, bunga melati itu masih segar di sebuah ranting (elung menurut bahasa ukir) yang berdaun lebat dan diminati kupu-kupu. Dengan uraian di atas, penulis berkesimpulan bahwa gajah uling yang berasal dari gajah nguling ini mempunyai makna setangkai bunga melati

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2011/10/17/mencari-makna-gajah-uling-salah-satu-motif-batik-produk-unggulan-kabupaten-dati-ii-banyuwangi/
Comments
Loading...