Membedakan Teks Tanggapan Deskriptif dengan Jenis Teks Lainnya

Membedakan Teks Tanggapan Deskriptif 

Perhatikanlah beberapa teks berikut.

Teks 1

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampung. la turun dan berdiri di sana sambii tetap memegangi kemudi becak. Sambii berjalan, aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah, aku ceritakan pengalamanku pada ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata, “Rasanya kamu perfu mencoba menjadi tukang becak.”

Teks 2

Bertahun-tahun aku menggeluti usaha ini dengan sabar. Sebagai pengusaha kecil yang bermodal kecil, aku menghadapi berbagai macam tantangan. Persaingan dengan pengusaha-pengusaha lain yang bermodal

besar yang sering berjalan tidak sehat hampir-hampir membuat aku putus asa. Akan tetapi, aku telah bertekad tidak akan mundur dalam berusaha.¬† Sedikit demi sedikit, perusahaanku memperoleh kemajuan. Salah satu prinsip dalam memajukan perusahaanku adalah “melayani konsumen” Aku harus dapat melayani mereka sebaik-baiknya. Mutu produksi selalu kujaga benar. Harga tetap kuusahakan agar tidak melebihi harga produksi serupa dari perusahaan lain.

Sekarang, syukurlah perusahaanku telah masuk dalam kelompok usaha menengah, Aku tidak mengalami kesulitan modal lagi. Pemasaran hasil produksi bisa lancar. Namun, tantangan-tantangan bukanlah tidak ada. Selama perusahaan masih berjalan., selama itu pula tantangan berusaha pasti ada. Tantangan itu bisa muncul dari dalam perusahaan itu sendiri, maupun dari luar. Akan tetapi, aku yakin, kalau dalam masa-masa sulit dahulu aku masih bisa bertahan sehingga perusahaanku menjadi seperti sekarang ini, tentu dalam masa sekarang ini aku akan dapat menghadapi tantangan-tantangan itu dengan baik. Bagiku tantangan itu merupakan hal yang menarik untuk diselesaikan, bukan sesuatu yang mesti aku takuti, Aku yakin apabila kita berusaha dengan sungguh-sungguh dengan jalan yang benar, tentu Tuhan yang akan membukakan pintu keberhasilan bagi kita (Suparno, 2004: 5.13- 5.14).

Teks 3

Setelah dituang dari tabung bambu, cairan manis (nira) tersebut kemudian disaring, ditampung dalam tempayan kemudian direbus sampai mendidih. Dalam waktu lebih kurang dua jam cairan tersebut akan mengental dan berwarna cokelat, selanjutnya diturunkan dan diaduk dengan posisi miring, agar menjadi dingin, Lebih kurang 20 menit, cairan gula merah tersebut siap dicetak, sesuai dengan bentuk yang diinginkan

 

Ketiga teks tersebut bukan merupakan teks tanggapan deskriptif. Ingat kembali ciri-ciri dari teks deskriptif. Teks 1 adalah teks cerpen karena menyajikan tokoh, latar, dan alur cerita.Teks 2 adalah teks eksposisi karena memaparkan suatu hal, yakni perjalanan tokoh ‘aku’ dalam memajukan bisnisnya. Teks eksposisi ditujukan untuk membuat para pembaca memaharni hal yang dipaparkan dengan sejelas-jelasnya. Teks 3 juga merupakan teks eksposisi. Teks tersebut menjelaskan suatu proses, yakni proses pembuatan gula merah.

 

Mengidentifikasi Kekurangan Teks Tanggapan Deskriptif

Menilai kualitas suatu teks tanggapan deskriptif dapat dilakukan dengan melihat aspek isi, susunan, dan bahasanya.

  1. Penggambaran isinya mungkin kurang terperinci sehingga pembaca tidak memperoleh kesan yang jelas. Penggambarannya selintas saja atau tidak mendetail. Oleh karena itu, diperlukan observasi atau pengamatan yang lebih mendalam terhadap objek yang akan digambarkan. Misalnya, yang akan digambarkan itu sosok tokoh. Penggambarannya tidak hanya sifat. Perlu ditambah dengan postur fisik dan aspek-aspek lainnya.
  2. Susunan teks berkenaan dengan pola pengembangannya. Pola pengembangan yang tidak jelas menyebabkan pembaca mengalami kesulitan di dalam memahaminya. Dalam hal ini, penulis harus konsisten memilih satu pola untuk satu pengembangan paragraf. Selain itu, kepaduan antarkalimat juga harus diperhatikan. Kalimat-kalimat yang ada harus mendukung satu ide pokok.
  3. Penggunaan bahasa terkait dengan keefektifan kalimat dan pilihan kata. Aspek-aspek itu sangat berpengaruh pada munculnya kesankesan tertentu pada diri pembaca. Sebagai ciri utama teks deskriptif, dengan banyaknya penggunaan kata sifat, kesan yang muncul akan lebih kuat. Wujudnya mungkin berupa keterpesonaan, keharuan, kekhawatiran, kesedihan, dan kesan-kesan lainnya.

Leave a Comment