Membedakan dan Mengklasifikasikan Teks Eksemplum

Membedakan Teks Eksemplum

Cermatilah teks di bawah ini dengan baik.

Ayah Berusaha lebih memahami Orang Lain

  1. Kejadian ini dialami oleh ayahku dua tahun yang lalu ketika dia pergi ke sebuah bank swasta dengan maksud mengambil uang ATM.
  2. Ayah sedang mengantre di depan ATM. Begitu mendapat giliran, seorang satpam bank menyerobotnya. Ayah mengingatkan satpam itu dan mengatakan bahwa sekarang gilirannya. Akan tetapi, tetap saja satpam itu memaksakan diri. Begitu melirik ke tempat lain, tampak seorang berpakaian mahal. Rupanya satpam itu merupakan suruhan pria tersebut karena memang sebelumnya ia menyerahkan kartu ATM kepada sang satpam.
  3. Ayah sangat geram dan merasa terusik harga dirinya. Keesokan harinya, dia menulis surat pembaca dan dikirimkannya ke koran lokal. Beberapa saat kemudian surat itu dimuat, Terbukti dia mendapat telepon dari bank yang meminta maaf dan menyesalkan kejadian tersebut. Menurut pihak bank, mereka akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut.
  4. Beberapa saat kemudian, Ayah tercenung. Ada rasa senang dengan respons bank yang begitu cepat dalam menangani permasalahannya. Bersamaan dengan itu, timbul pula penyesalan pada diri Ayah. Jangan-jangan si satpam itu mendapat peringatan keras dan dipecat. Padahal persoalannya cukup sepele dan boleh jadi bukan semata-mata karena kemauan dirinya. Bisa jadi kejadian tersebut terpaksa oleh desakan pria berpakaian mahal itu.
  5. Sejak peristiwa itu, Ayah berusaha untuk lebih bersabar. Dia pun lebih berusaha untuk bisa tidak mudah tersinggung dan memahami orang lain meskipun orang itu telah mengecewakannya

_________________________

Teks di atas memiliki banyak persamaan dengan teks sebelumnya. Keduanya sama-sama teks eksemplum, yakni teks yang berisi tentang peristiwa yang tidak dikehendaki penveritanya. Keduanya sama-sama memiliki orientasi, insiden, dan interpretasi.

  1. Orientasi dinyatakan dalam paragraph (1).
  2. Insiden dinyatakan dalam paragraph (2), (3), dan (4).
  3. Interpretasi dinyataan dalam paragraf (5).

Dari segi kaidah kebahasaan, teks tersebut juga banyak menggunakan kata depan dan konjugasi temporal. Berikut kalimat-kalimat yang menggunakan konjugasi tersebut.

  1. Kejadian ini dialami ayahku dua tahun yang lalu  ketika dia pergi ke sebuah bank swasta dengan maksud mengambil uang di ATM.
  2. Rupanya satpam itu merupakan suruhan pria tersebut karena memang sebelumnya menyerahkan kartu ATM kepada sang satpam.
  3. Beberapa hari kemudian surat itu dimuat, terbukti dia mendapat telepon dari bank yang meminta maaf dan menyesalkan kejadian tersebut.
  4. Menurut pihak bank, mereka akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut.
  5. Beberapa saat kemudian, ayah tercenung.
  6. Sejak peristiwa itu, ayah berusaha untuk lebih bersabar.

Teks kedua pun menggunakan konjungsi penyebaban. Hal itu tampak pada kalimat-kalimat berikut.

  1. Rupanya satpam itu merupakan suruhan pria tersebut karena memang sebelumnya dia menyerahkan kartu ATM kepada sang satpam.
  2. Bisa jadi kejadian itu karena terpaksa oleh desakan pria berpakian mahal itu.

Kata ganti tunjuk yang merujuk pada keadaan atau peristiwa masa lalu juga banyak digunkaan di dalam teks tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Kejadian ini dialami ayahku dua tahun yang lalu ketika dia pergi ke sebuah ban swasta dengan maksud mengambil uang di ATM.
  2. Menurut pihak bank, mereka akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut.
  3. Bersamaan dengan itu, timbul pula penyesalan pada diri ayah.
  4. Sejak peristiwa itu, ayah berusaha untuk lebih bersabar.

Di samping memiliki persamaan, kedua teks itu pun memiliki sejumlah perbedaan, yakni sebagai berikut.

Aspek Teks I Teks II
a.        Isi 1.       Peristiwa penipuan, sakit untuk mendapatkan simpati/pertolongan.

2.       Peristiwa dialami oleh pencerita itu sendiri.

1.       Peristiwa penyerobotan ketika antre di ATM.

2.       Peristiwa dialami oleh orang lain.

b.       Kebahsaan Tidak menggunakan konjungsi pertentangan Menggunakan konjungsi pertentangan, yakni namun dan  akan tetapi.

Mengklasifikasi Teks Eksemplum

Teks eksemplum memiliki kesamaan umum, yakni mengisahkan sesuatu yang tidak dikehendaki. Kesamaan umum lainnya adalah dibentuk oleh orientasi, insiden, dan interpretasi. Adapun dari segi kebahasaan, teks eksemplum banyak menggunakan konjungsi temporal dan penyebaban.

Di samping itu, teks eksemplum yang satu dengan yang lainnya memiliki beberapa perbedaan, terutama dalam hal temanya. Seperti yang tampak pada kedua contoh di atas, teks eksemplum memiliki bermacam-macam tema atau permasalahan. Tema-tema itu ada yang berkaitan dengan penipuan atau kriminalitas (Teks I) atau etika atau kesantunan (Teks II). Mungkin pula tema tersebut berkenaan dengan masalah keamanan, adat istiadat, pendidikan, keagamaan, ekonomi, keluarga, persahabatan, kebersihan, dan sebagainya.

Selain berdasarkan temanya, teks eksemplum dapat dikelompokkan ke dalam dua macam, yakni yang bersifat faktual dan imajinatif.

  1. Eksemplum faktual adalah teks eksemplum yang berdasarkan kisah nyata. Ceritanya benar-benar terjadi dalam kehidupan yang sesungguhnya.
  2. Eksemplum imajinatif adalah teks eksemplum hasil rekayasa, bersumber dari alam khayal dan belum tentu bisa terjadi dalam kehidupan nyata.

Menanggapi Kekurangan Teks Eksemplum

Teks eksemplum merupakan karangan naratif, berwujud cerita yang pada umumnya tersusun secara kronologis (urutan waktu). Namun, mungkin saja urutannya tidak jelas karena loncat-loncat atau ada beberapa bagian yang terlewat. Dapat pula strukturnya tidak lengkap, misalnya orentasi ataupun interpretasinya tidak ada.

Kekurangan tersebut mungkin juga terdapat pada aspek kaidah kebahasaan. Mislanya, kalimat-kalimatnya tidak efektif karena berbelit-belit sehingga maksudnya menjadi tidak jelas. Pilihan katanya juga mungkin tidak tepat ataupun ejaannya sehingga ceritanya bisa dipahami dengan jelas dan mudah.

 

Leave a Comment