Membatik Tanpa Canting

0 109

Membatik Tanpa Canting

Semangatnya menyala-nyala sepulang pelatihan membatik di Tasikmalaya. Niken Apriani bertekad untuk menularkan hasil pelatihan membatik ke muridnya di SMPN 3 Cimahi, Jawa Barat.

Pelajaran membatik yang diserapnya dari Tasikmalaya itu ternyata menuntut banyak peralatan seperti kompor, api, lilin, canting, dan lain-lain.

“Harus siapkan kompor, api, lilin, canting, dan lain-lain. Belum lagi risiko anak pada peralatannya,” ujar Niken mengenang pengalamannya 10 tahun lalu saat ditemui di Jalan Braga, Bandung.

Guru mata pelajaran seni itu pun menunda menularkan ilmu hasil pelatihannya seraya memutar otak. Bagaimana cara membatik yang gampang bagi anak tanpa banyak perangkat? Batik asyik tanpa ribet.

Niken teringat tamarin –biji asam jawa yang ditumbuk sehingga berbentuk serbuk—yang ditawarkan pemilik toko milik Koperasi Mitra Batik, Tasikmalaya. Si pemilik toko itu menawarkan Niken membeli serbuk biji asem sebagai pengganti bahan pengental warna batik.

Di rumah, Niken menjajal tamarin itu sebagai pengental warna. Perempuan berusia 54 tahun ini pun bereksperimen menjadikan tamarin sebagai pengganti lilin atau malam. Lilin pada prinsipnya berfungsi menghalangi pewarnaan batik agar tidak menimpa garis pola atau motif.

Niken mencampur tamarin dengan air agar encer serta margarin. Unsur minyak pada margarin, kata Niken, akan menahan pewarna berbasis air. Semua bahan lalu diaduk sampai kalis atau kental.

Setelah semua teraduk, bahan dimasukkan ke contong kerucut dari gulungan plastik. Bentuk contong itu mirip seperti alat berisi krim penghias kue. Ujungnya digunting agar bolong sebagai akses keluar bahan perintang ketika digoreskan ke kain.

Niken melakukan uji coba dengan melukis kain sutra yang dibentuk sebagai kerudung. Metodenya kemudian berkembang dan terus disempurnakan, hingga kini karyanya dikenal sebagai melukis batik modern dengan tamarin. “Bahan tamarin ini bisa disebut sebagai malam dingin,” ujar Niken.

Inovasi Niken menerobos pakem standar peralatan membatik. Perintang warna tidak lagi harus memakai lilin atau malam. Kompor yang biasa dipakai untuk melelehkan lilin atau malam jadi menganggur.

Canting pun harus pensiun karena Niken menggunakan contong yang bisa dibuat sendiri oleh pemakainya. Canting dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Canting pada umumnya terbuat dari bahan tembaga dengan gagang bambu.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/laporan-khas/membatik-tanpa-canting
Comments
Loading...