Memahami Teks Tantangan

Memahami Teks Tantangan

Perhatikan teks berikut.

Pesan dalam polisi Tidur di Jalan Raya

 

Polisi tidur semakin banyak dijumpai diruas-ruas jalan umum. Tidak hanya di lingkungan perumahan ataupun gang-gang, polisi tidur kerap dijumpai di jalan-jalan raya. Pemasangan polisi tidur itu tentunya bukan sebagai aksesoris jalan, melainkan untuk menghambat lajukendaraan. Harapan dari pembuatannya, konon dengan sarana tersebut, kecelakaan dapat dihindari.

Polisi tidur merupakan sarana penyampaian pesan yang paling kontan dan memaksa. Efeknya langsung terasa detik itu juga oleh pihak yang ditujunya. Para pengendara mau tidak mau harus memperlambat laju kendaraannya begitu melewati polisi tidur. Mereka harus menjalankannya secara perlahan-lahan, apalagi kalau polisi tidur itu berukuran besar dan cukup tinggi. Para pengendara harus ekstra berhati-hati kalau tidak mau tersandung dan terjungkal.

Demikian efektifnya pemasangan polisi tidur untuk menghambat laju kendaraan. Namun, secara spontan pula poilisi tidur membuat keaal para pengguna jalan raya. Di samping merepotkan, bahkan malah bias mencelakakan, polisi tidur sebenarnya bias merusak kendaraan itu sendiri.

Pesan kontan dan memaksa ala polisi tidur tergolong cara berkomunikasi yang emotif. Tindakan orang yang sedang emosional sering kali hanya mencari kepuasan sendiri. Cara seperti itulah yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang berpikiran pendek. Mereka cenderung meilih cara gampangan, terlepas dari efek negatif yang ditimbulkannya.

Padahal di dalam menata ketertiban berlalu lintas, cara konvensial, yakni dengan pemasngan rambu-rambu jalan dipandang jauh lebih elegan dan beradab. Pesan yang disampaikannya tidak kalah jelas dengan pemasngan polisi tidur. Kalaupun toh di wilayah itu banyak pejalan kaki ataupun anak-ana yang lewat, para pengendara tidak ingin membuat mereka celaka. Hal ini karenamereka pun tentunya sudah mengetahui risiko berat yang akan dihadapi apabila mencelakakan orang.

Pastinya, dengan ketiadaan polisi tidur, perjalanan menjadi nyaman, tanpa ada rasa terganggu. Tidak ada pula kekesalan dan sumpah serapah dari mulut-mmulut mereka. Namun, mereka tetap berhati-hati karena kehadiran rambu-rambu lalu lintas yang ada di sana. Keselamatan untuk semua pihak juga lebih terjamin.

————————-

Teks tersebut berisi tentang penolakan atau pertentangan terhadap pemasangan polisi tidur oleh sebagian masyarakat. Teks tersebut ditandai oleh bagian-bagian berikut.

  1. Pengantar, yang berisi pernyataan tentang topik yang hendak dibantah, yakni banyaknya pemasangan polisi tidur di jalan-jalan umum.
  2. Argumen, yangmemuat rangkaian bukti atau alasan untuk mendukung bantahan, yakni bahwa pemasangan polisi tidur justru mengganggu para pemakai jalan.
  3. Simpulan, yang menegaskan bantahan bahwa ketiadaan polisi tidur menjadikan jalanan lebih nyaman dan keselamatan pun lebih terjamin.

Teks yang berstruktur demikian disebut dengan teks tantangan, yakni teks yang berisi penentangan, bantahan, atau penolakan terhadap sesuatu yang terjadi di masyarakat.

Adapun berdasarkan kaidah kebahasaan, teks tantangan memiliki ciri-ciri sebagai barikut.

  1. Penggunaan pernyataan-pernyataan negatif yang ditandai oleh penggunaan kata tidak, tanpa, bukan.
  2. Penggunaan konjungsi mempertentangkan, pengingkaran, atau penolakan, seperti namun, padahal, bukan. . . melainkan.
  3. Penggunaan kata atau konjungsi penerang dan penguatan, seperti merupakan, yakni, yaitu, apalagi, bahkan.
  4. Penggunaan konjungsi penyebaba yang ditandai oleh kata karena, sebab, sebab itu, oleh karena itu.

 

Membedakan Teks Tantangan

Untuk dapat membedakan teks tantangan dengan teks lain, kita harus mengetahui ciri khusu yang hanya dimiliki teks tantangan. Ciri khusus yang dimaksud adalah teks tantangan selalu meuat sanggahan, penolakan, atau ketidaksetujuan. Ciri ini mungkin mirip dengan ciri teks tanggapan kritis. Perbedaannya, teks tanggapan kritis tidak selalu berisi sanggahan tetapi lebih bersifat menganalisis secara kritis. Sebagai contoh, dalam teks tanggapan kritis tentang suatu karya, yang ditonjolkan adalah kelebihan dan kekurangan karya tersebut.

 

Mengklasifikasi Teks Tantangan

Teks tantangan dapat diklasifikasikan berdasarkan temanya. Sebagai contoh, teks berjudul “Pesan dalam polisi Tidur di jalan Raya“ bertema sosial. Tema lain contohnya ekonomi, kesehatan, keagamaan, dan pendidikan. Selain dari temanya, teks tantangan dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan berikut.

Mengklasifikasi Teks Tantangan

 

Mengidentifikasi Kekurangan teks Tantangan

Kekurangan teks tantangan dapat ditinjau dari isinya. Teks tanggapan harus berisi fakta jelas dan argumen logis. Selain berdasarkan isinya, kekurangan teks tantangan dapat dilihat dari segi struktur dan kaidah kebahasaannya. Perhatikan tabel berikut.

 

Aspek Analisis Kekurangan
1.       Isi a.        Kejelasan fakta
b.       Kelogisan alasan (argumen)
2.       Struktur a.        Kelengkapan: pengantar, argumen, simpulan
b.       Keruntunan susunan bagian-bagiannya
3.       Kaidah kebahasaannya a.        Keefektifan
b.       Ketepatan penggunaan kata
c.        Kebakuan ejaan/tanda baca

Leave a Comment