Memahami Teks Rekaman Percobaan

Memahami Struktur Teks Rekaman Percobaan

Perhatikan teks berikut.

Respons Pertumbuhan Kacang Hijau terhadap

Pemberian Pupung Kandang Sapi

Oleh Nia Hardianti

 

Pendahuluan

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman ILeguminosae yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacng tanah. Tanaman kacang termasuk kaang hijau memerlukan pemupukan secara teratur dan terus-menerus, terutama pada tanah yang kurang subur. Unsur hara utama yang dibutuhkan, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain itu, dalam jumlah yang relative kecil dibutuhkan pula kalsium, magnesium, sulfur, dan beberapa unsur hara mikro yang lain. Pupuk yang diberikan pada tanaman kacang hijau (Vigna radiate) dapat berupa pupuk organic, (misalnya pupuk kandang) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk kandang terutama diberikan pada waktu penanaman. Pada penilitian kali ini, kami menggunakan pupuk kandang dari kotoran sapi.

Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Pupuk meningkatkan kesuburan alami dari tanah atau mengganti unsur-unsur kimia yang diambil dari tanah. Pupuk majemuk kebanyakan akan berisi tiga unsur penting bagi pertumbuhan, NPK yang merupakan singkatan dari nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Sebuah pupuk yang seimbang memiliki perbandingan N:P:K adalah 0,5:0,5:0,5.

Unsur nitrogen dibutuhkan untuk pertumbuhan daun dn pembentukan batang serta cabang. Khusus pada kacang-kacangan yang memiliki nodul akar, dapat memanfaatkan bakteri yang ada di tanah untuk memperoleh nitrogen. Unsur fosfor diperlukan bagi tanaman untuk perkembangan biji dan akar. Sementara itu, unsur kalium berfungsi membentuk bunga dan buah serta membantu tanaman melawan penyakit (Baskara, 2011).

Supai nitrogen di dalam tanah merupaka faktor yang sangat penting dalam kaitannya ddengan pemeliharaan atau peningkatan kesuburan tanah. Peranan N terhadap pertumbuhan tanaman sudah jelas karena senyawa organik di dalam tanaman pada umumnya mengandung N. Senyawa-senyawa tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Terhadap pertunbuhan  tanaman, dapat merangsang prkembangan perakaran tanaman. Terhadap produksi tanaman, P mempertinggi hasil serta berat bahan kering, bobot biji, memperbaiki kualitas hasil serta mempercepat masa kematangan. Sementara itu, pengaruhnya terhadap resistensi penyakit dapat dikatakan bahwa P mempertinggi daya resistensi terhadap serangan penyakit terutama cendawan (Nyakpa, 1988).

Kalium di dalam tanaman dapat berfungsi menguatkan jerami tanaman sehingga tanaman tidak mudah rebah. Kalium mempertinggi hasil produksi dan memperbaiki kualitas hasil. Selanjutnya, kalium akan mempertinggi resistensi tanaman terhadap serangan penyakit, terutama terhadap penyakit oleh cendawan (nNyakpa, 1988).

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Alam FKIP Biologi UR, Pekanbaru pada minggu kedua Oktober hingga minggu kedua November. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuannya adalah K0 = 0 g pupuk kandang, K2 = 200 g pupuk kandang, K3 = 300 g pupuk kandang.

Penelitian ini menggunakan desain korelasi. Dalam penelitian, langkah-langkha yang dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Mencangkul dan mengisi 16 polubag dengan tanah gembur lalu dicampurkan dengan pupuk kandang kotoran sapi
  2. Tiap polybag disebari tanaman kacang hijau sebanyak tujuh butir
  3. Setelah tumbuh, sisakan tiga tanaman kacang hijau pada tiap-tiap polybag untuk diamati dalam percobaan. Sisa tanaman lainnya dipindahkan ke polybag
  4. Melakukan pengacakan untuk smpel dan beri label pada polybag
  5. Mengamai dan ukur tinggi tanmaann secara berkala
  6. Melakukan analisis varian

Adapun instrumen penelitian ini berupa tanah gembur, 16 buah polybag, bibit kacang hijau.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakkan teknik penelitian lapangan (field research), yaitu dengan cara mengumpulkan data-data dan informasi secara langsung pada lokasi dan objek penelitian. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan teknik analisis varian (anava). Jika F hitung > dari F table, dilanjutkan dengan uji lanjut LSD pada taraf 5% dan 1%.

Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian dapat dilihat pada table dan diagram di bawah ini.

Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan

Kacang Hijau (Vigna radiate)

Parameter Hasil Penelitian
K0 K1 K2 K3
Tinggi Batang (cm)

Jumlah Daun

Biomassa (gr)

12,6la

16,89a

1,01a

14,81b

17,66b

1,3ab

19,26c

23,33c

3,75c

21,78d

26,89d

5,34d

Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris yang sama tidak     berbeda nyata pada taraf 5% dan 1%

Hasil penelitian

Gambar di atas menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 0 gram, 100 gram, 300 gram berpengaruh sangat signifikan terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman kacang hijau.

Berdasarkan semua perlakuan pada pertumbuhan tinggi tanaman, tampak bahwa pertumbuhan kacang hijau menunjukkan pertumbuhan yang sangat bagus tanpa mengalami penurunan pertumbuhan.

Selain itu, dari tabel dan grafik di atas dilihat julah daun tanaman kacang hijau terbanyak tanpa mengalami penurunan pertumbuhan. Berat basah tanaman adalah berat tanaman pada saat masih hidup dan ditimbang secara langsung setelah panen, sebelum tanaman menjadi layu akibat kehilangan cairan. (Lakitan, 1996).

Dari tabel dan grafik di atas, dapat dilihat biomassa tanaman kacang hijau. Seua perlakuan pada biomassa tanaman menunjukkan bahwa pertumbuhan kavang hijau adalah tanaman yang paling berat. Hal itu terlihat pada pemberian pupuk kandang sapi yang berpengaruh sangat signifikan pada pertumbuhan kacang hijau. Penyebabnya adalah unsur hara yang tinggi dari pupuk kandang sapi tersebut sehingga sangat baik dalam mendukung pertumbuhan tanaman kacang hijau. Kandungan unsur hara dalam kotoran ternak yang penting untuk tanaman, antara kain nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Ketiga unsur hara itu penting diberikan karena masing-masing memiliki fungsi bagi pertumbuhan tanman (Lingga, 1991). Jika terjadi penurunan tinggi tanaman, menurut Indrakusuma (2000), ini disebabkan pertambahan pupuk organik dan hal itu dapat berakibat pula pada bertambahnya hara yang tersedia dalam tanah.

Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh sangat signifikan terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman, julah daun serta biomassa (berat basah) tanaman kacang hijau.

Daftar Pustaka

Indrakusuma. 2000. Proposal Pupuk Organik Cair Supra Alam Lestari. Yogyakarta: Surya Alam

Pratama.

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Lingga, P. 1991. Kotoran Ternak Penyubur Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Lingga, P. dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Loveless, R. A. 1987. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik. Jakarta: Gramedia.

Nyakpa, M. Yusuf, et al. 1998. Kesuburan Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Rosmarkam, A. dan N. W Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada.

Soeprapto, S.H. 1993. Bertanam Kacang Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.

_______________________

Teks di atas dikategorikan sebagai rekaman percobaan. Sesuai dengan jenisnya, teks tersebut berisi kegiatan percobaan, mulai dari pendahuluan sampai pada kegiatan penyimpulan.

Berdasarkan strukturnya, teks rekaman percobaan dibentuk oleh empat bagian berikut.

  1. Pendahuluan yang berisi latar belakang yang mendorong pentingnya percobaan. Pada bagian ini, sering disertakan tujuan percobaan, hipotesis penelitian, serta teori-teori yang mendasarinya.
  2. Prosedur atau langkah-langkah kegiatan percobaan. Bagian ini sering pula disebut metode penelitian. Di dalamnya dijelaskan pula tempat dan waktu percobaan, objek percobaan, instrument penelitian, serta teknik pengolahan datanya.
  3. Hasil dan pembahasan, mengemukakan hal-hal penting yang ditemukan selama kegiatan percobaan, sesuai dengan hipotesis yang dirumuskan dalam bagian pendahuluan.
  4. Kesimpulan, berupa rumusan masalah singkat tentang akhir atas hasil-hasil penelitian.

Selain keempat bagian tersebut, suatu rekaman percobaan sering pula disertai abstrak pada bagian awal dan daftar pustaka pada bagian akhirnya. Akan tetapi, kedua bagian tersebut bukan merupakan hal pokok sehingga banyak rekaman percobaan yang tidak menyertakannya.

Perhatikan Bagan berikut.

Struktur Teks Rekaman Percobaan

Adapun kaidah kebahasan teks rekaman percobaan ditandai oleh hal-hal berikut.

  • Banyak yang menggunakan istilah ilmiah. Dalam contoh di atas, istilah-isltilah yang dimaksud data yang berkaitan dengan kegiatan penelitian itu sendiri. Ada pula peristilahan yang berkaitan dengan bidang keilmuannya.
Istilah Penelitian Istilah Keilmuan
Abstrak

Analisis data

Analisis varian

Desai korelasi

Hipotesis

Metode penelitian

Penglahan data

Pembahasan

Penelitian lapangan

Pengumpulan data

Populasi

Rancangan acak lengkap

Random

Sampel

Statistic

Bakteri

Biomassa

Fosfor

Kalium

Kalsium

Leguminaosae

Megnesium

Nitrogen

Polybag

Pupuk anorganik

Pupuk kandang

Pupuk organik

Sulfur

Unsur hara

Unsur hara mikro

Vigna radiate

  • Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian). Kata-kata yang dimaksud, misalnya, mencangkul, mengisi, mencampurkan, menyebari, mengamati, melakukan.
  • Menggambarkan benda-benda atau hewan, lingkungan tertentu. Misalnya, kacang hijau, pupuk, unsur kimia (nitrogen, kalsium, kalium, dan sebagainya).
  • Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisian, yang ditandai oleh penggunaan kata merupakan dan adalah.
  • Menggunakan konjungsi penyebabab untuk menjelaskan suatu alasan-alasan, yang ditandai oleh penggunaan konjungsi karena, sebab, sebab itu, oleh karena itu.
  • Menggunkaan kata-kata yang bermakna pemerincian, seperti selain itu, pertama, kedua, ketiga.
  • Menggunakan gaya formal. Penggunaan kata ganti saya, kami dan penulis tidak digunkaan di dalam jenis teks ini.
  • Menggunakan gambar-gambar grafis, seperti tabel, grafik, bagan, diagram, dan sejenisnya.

Membedakan Teks Rekaman Percobaan

Teks rekaman percobaan memiliki ciri khusu yang tidak di iliki oleh jenis teks lain. Ciri yang paling mencolok adalah teks ini berisi kegiatan percobaan. Umumnya, teks rekaman percobaan berupa narasi yang kronologis (sesuai urutan waktu). Sifat kronologis ini sangat penting karena dalam percobaan, urutan langkah-langkah kegiatan adalah hal utama. Jika salah urutan, percobaan akan berjalan tidak sesuai rencana.

Lalu, apakah bedanya teks rekaman percobaan dengan teks prosedur? Bukankah teks prosedur juga berisi langkah-langkah yang berurutan? Perbedaan jelas di antara keduanya terletak pada tujuan lagkah-langkah kegiatannya. Pada teks prosedur, langkah-langkah kegiatan dilakukan untuk membuat atau melakukan sesuatu yang sudah pasti. Di lain pihak pada teks rekaman percobaan, langkah-langkah kegiatan dilakukan untuk membuktikan hipotesis (dugaan) danmenjawab pertanyaan penelitian.

 

Mengklasifikasi Teks Rekaman Percobaan

Berdasarkan bentuk penyajiannya, rekana percobaan dapat disajikan dengan cara naratif, seperti yang tampak pada contoh teks di bagian awal. Teks rekaman percobaan dapat pula disajikan dalam bentuk perincian.

Berdasarkan bidang keilmuannya, teks rekaman percobaan bias berkenaan dengan ilmu biologi, seperti yang tampak pada contoh teks di bagian awal. Teks ini dapat pula berkenaan dengan ilmu social, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya.

 

Mengidentifikasikan Kekurangan Teks Rekaman Percobaan

Kekurangan teks rekaman percobaan dapat berkenaan dengan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.

  1. Berkenaan dengan isi, misalnya teks tersebut menyajikan teori, tujuan, danlangkah kegiatan yang tidak jelas.
  2. Berkenaan dengan struktur, misalnya teks tersebut memiliki struktur yang tidak lengkap dan tidak sistematis.
  3. Berkenaan dengan bahasa, misalnya kalimat-kalimat tidak efektif, pilihan kata-katanya tidak teoat, ataupun ejaan/tanda bacanya tidak baku.

Leave a Comment