Memahami Teks Eksplanasi

Definisi Teks Eksplanasi

Perhatikan teks di bawah ini.

Jumlah pengangguran di Nusa Tenggara Timur sampai awal Juli 2006 mencapai 104.832 orang. Lulusan sarjana dan sekolah menengah di daerah itu tidak memiliki keterampilan sehingga sulit mendapat pekerjaan di sektor swasta atau menciptakan peluang usaha sendiri.

Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT), In Conterius, di Kupang, Jumat (14/7) mengatakan, dari 104.832 pengangguran terbuka, sekitar 32% luiusan sarjana dan sarjana muda, sedangkan sisanya SMA dan SMP.

Persoaian utama ketenagakerjaan di NTT, menurut Conterius, para pencari kerja itu tidak memiliki keterampilan, terutama di bidang teknoiogi informasi. Mereka hanya bermodal ijazah, sementara dunia usaha lebih membutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan.

Teks tersebut bermaksud menjelaskan lulusan sarjana dan sekolah menengah di NTT yang tidak dapat bersaing di dunia kerja. Hal ini dikarenakan para lulusan sarjana dan SMA serta SMP tersebut tidak memiliki keterampilan lebih, terutama di bidang teknoiogi informasi.

Teks. tersebut ini disebut teks eksplanasi. Karena menjelaskan fenomena sosial mengenai banyaknya pengangguran dengan gelar sarjana di daerah NTT. Teks eksplanasi adalah teks yang rmenerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

Pada umumnya, teks eksplanasi disusun dengan struktur sebagai berikut :

  1. Pernyataan umum mengenai fenomena, baik fenomena alam maupun fenomena sosial, yang akan dibahas.
  2. Berisi argumen lebih lanjut mengenai fenomena tersebut. Penjelasan di sini bisa berisi urutan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi.
  3. Ringkasan dari poin-poin yang sudah dijelaskan sebelumnya.

 

Membedakan Teks Eksplanasi dengan Jenis Teks Lainnya

Teks eksplanasi merupakan teks yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca terhadap topik tertentu. Dalam teks tersebut dikemukakan pendapat atau argumen penulis. Hal itulah yang membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan teks berikut.

Ketika saya memasuki kamar kosnya, saya sangat kaget. Kamarnya bagaikan kapal pecah, berantakan sekali. Kamar yang sebenarnya cukup luas, dipenuhi baju dan sampah yang tergeletak di mana-mana. Baik di lantai, tempat tidur, maupun kamar mandi. Meja komputer yang terletak di samping lemari pun tak kalah kotor. Sampah kemasan makanan ringan tampak hampir’ menutupi meja dan laci bawah meja.

Teks tersebut menggambarkan sebuah ruangan, yakni sebuah kamar kos. Dalam hal ini, penulis menerangkan keadaan kamar tersebut yang sangat berantakan. Teks seperti ini merupakan teks deskripsi karena mengungkapkan kesan terhadap suatu tempat atau keadaan.

Perhatikan pula teks berikut.

Alfred segera mengambil tangga dan menyandarkannya pada dinding samping kandang lembu. Emil naik ke atas. Emil memegang erat-erat benang yang terikat pada gigi Lina. Dan, Lina dengan patuh menaiki tangga di belakang Emil.

Emil juga membawa pukul besi dan sebatang paku besar. Emil segera menancapkan paku pada bubungan atap dan mengikatkan benang pada paku. Selesai sudah, tinggal terjun.

“Ayo, loncat sekarang!” kata Emil.

Teks tersebut merupakan bagian dari teks narasi. Di dalamnya ada alur, penokohan, dan latar.Teks ini berbeda dengan teks eksplanasi karena teks eksplanasi tidak memerlukan ketiga unsur tersebut.

Leave a Comment