Memahami dan Membedakan Teks Hasil Observasi

Memahami Teks Hasil Observasi

Lingkungan dapat kita jadikan sebagai sumber belajar. Banyak hal yangdapat dipelajari dari lingkungan. Komponen lingkungan seperti tumbuhan, binatang, atau alarm dapat kalian amati (observasi). Dari hasil observasi inilah, kalian akan mendapatkan ilmu baru. Untuk lebih memahami teks yang berupa hasil observasi, perhatikan teks berikut.

 

Tanaman Kantong Semar

Tanaman Nepenthes sp. atau yang biasa kita kenal dengan tanaman kantong semar termasuk dalam famili monotopik. Kantong semar memiliki sedikitnya 103 spesies dan uniknya hampir seluruhnya merupakan tanaman karnivor.

Kantong semar banyak tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Selain itu, kantong semar juga terdapat di Madagaskar, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Dari sekitar 103 spesies yang tersebar di seluruh dunia, sedikitnya 64 spesies kantong semar terdapat di Indonesia. Kantong semar adalah tanaman jenis epifit, yakni tanaman yang hidup pada-tanaman lain, tetapi tidak menyerap makanan tuan rumah seperti benalu. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi sekitar 15-20 m. Di ujung daun tanaman ini, terdapat sulur yang yang membentuk alat perangkap berupa kantong panjang. Bibir sulur inilah yang membuat hewan-hewan tertarik untuk hinggap karena aromanya yang manis. Setelah mangsa ditarik masuk ke dalam kantong, mangsa tersebut akan dicerna dengan cairan asam (enzim proteolase) dan diolah menjadi garam phosphat dan nitrat. Selama proses pencernaan, bibir kantong semar akan menutup rapat.

Bentuk kantong dari kantong semar sangat bergantung pada jenisnya. Pada N. ampullaria, kantongnya berbentuk periuk dengan panjang sekitar 10 cm, sedangkan pada sedangkan pada N. gracillima lebih menyerupai terompet dengan panjang sekitar 20 cm.

Selain bentuknya yang unik, ada lagi keunikan Sain dari kantong semar. Ternyata, tak semua jenis kantong semar memililki mangsa favorit. Contohnya, N. mirabilis memiliki mangsa favorit semut N. albomarginata lebih memilih rayap. Bahkan ada yang menyukal kotoran burung. yakni N. lowii. Dari sekian banyak spesies kantong semar ada satu spesies yang merupakan vegetarian, yakni N. ampullaria. Spesies ini lebih memilih memakan guguran dedaunan yang berada di atasnya danpada memakan hewan.

Kantong semar berkembang biak dengan cara perkawinan silang karena tanaman ini termasuk jenis flora berumah dua. Artinya, tiap tanaman hanya memiliki satu jenis kelamin bunga. Selain itu, kantong semar juga berkembang biak dengan cara vegetatif menggunakan tunas.

Semar ada satu spesies yang merupakan vegetarian, yakni N. ampullaria. Spesies ini lebih memilih memakan guguran dedaunan yang berada di atasnya danpada memakan hewan.

Kantong semar berkembang biak dengan cara perkawinan silang karena tanaman ini termasuk jenis flora berumah dua. Artinya, tiap tanaman hanya memiliki satu jenis kelamin bunga. Selain itu, kantong semar juga berkembang biak dengan cara vegetatif menggunakan tunas.

(Diolah dari berbagai sumber)

______________

Teks tersebut merupakan contoh teks hasil observasi tanaman kantong semar. Teks ini menjelaskan habitat, ciri-ciri fisik, cara mencari makanan, dan juga cara berkembang biak tanaman kantong semar. Teks yang menyajikan hasil-hasil pengamatan atau laporan disebut teks hasil observasi. Teks ini berfungsi menjelaskan suatu objek atau fenomena yang didasari oleh hasil pengamatan. Dalam penyusunannya, teks ini memaparkan fakta-fakta dengan jelas dan terperinci. Syarat-syarat teks hasil observasi yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Objek yang akan diamati harus menarik.
  2. Objektif
  3. Disusun secara sistematis.
  4. Dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  5. Menggunakan bahasa yang efektif dan logis.

 

Membedakan Teks Hasil Observasi dengan Jenis Teks Lainnya

TEKS 1

Meningkatkan kesejahteraan keluarga berkaitan erat dengan besarnya anggota keluarga yang harus ditanggung oleh pencari nafkah. Suatu keluarga dengan anak banyak, sedangkan pencari nafkah hanyalah sang ayah, tentu akan menimbulkan kesulitan di bidang ekonomi. Secara teori, dapat disarankan itu agar pada keluarga seperti, sang ibu pun bekerja atau anak-anak yang kuliah sambil bekerja.

Teks di atas dibentuk oleh tiga buah kalimat. Kalimat ini merupakan pendapat mengapa suatu fenomena, dalam hal ini fenomena sosial, dapat terjadi. Teks yang memaparkan serangkaian proses dari suatu fenomena alam maupun sosiokultural disebut teks eksplanasi.Teks ini berbeda dengan teks hasil observasi yang lebih banyak menyajikan fakta-fakta sebagai hasil pengamatan suatu objek.

TEKS 2

Sambil bersenandung Bu Sinta menyapu lantai rumahnya. Hari ini dia akan memasak makanan yang lezat. Makanan kesukaan Pak Adam, suaminya. Bu Sinta segera ke dapur untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya. Pada saat itulah terdengar bunyi bel. la bergegas ke pintu. Dikiranya orang suruhan dari warung Babah Lim yang datang. Tadi pagi ia memesan sekilo daging untuk membuat rendang. Namun, ketika pintu dibuka dia tidak menemukan siapa-siapa di sana.

Teks di atas bila diamati memiliki tokoh, latar, dan alur. Tokoh dalam kutipan teks di atas adalah Bu Sinta, Pak Adam, dan Babah Lim. Latarnya di rumah Bu Sinta. Serta alur yang dipakai dalam kutipan ini adalah alur maju. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kutipan teks di atas adalah kutipan teks narasi. Dalam teks hasil observasi, unsur seperti tokoh, latar, dan alur tidak perlu ada.

TEKS 3

Sebagai tempat hidup, laut mempunyai kelebihan dibandingkan darat. Kelebihan-kelebihan laut antara lain suhu yang yang jarang berubah-ubah, dukungan yang lebih banyak untuk melawan gravitasi bumi, air yang cukup tersedia. Dengan air yang cukup tersebut, makhluk hidup di laut dapat menyerap air iangsung masuk sistem tubuh. Makhluk hidup di laut dapat memperoleh oksigen dan karbon.

Teks di atas menjelaskan kelebihan laut bila dibandingkan dengan daratan. Teks ini memaparkan informasi sejelas-jelasnya agar pembaca mendapatkan pengetahuan baru. Dengan ciri ini, dapat disimpulkan bahwa teks tersebut adalah teks eksposisi. Teks ini memiliki kesamaan dengan teks hasil observasi, yakni dalam hal penyajian fakta. Perbedaannya adalah teks eksposisi tidak perlu diawali dengan kegiatan pengamatan.

Leave a Comment