Melihat Keseriusan Bocah Banyuwangi Membatik

0 13

Melihat Keseriusan Bocah Banyuwangi Membatik

Sebanyak 1.000 pelajar SD dan SMP mengikuti Festival Canting Sewu di Banyuwangi, Jumat (16/11/2018). Ribuan pelajar itu bersama-sama mencanting lilin ke atas kain hingga membentuk rangkaian motif yang indah. Festival itu digelar di lapangan Desa Tampo, Kecamatan Cluring.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ribuan pelajar. Apresiasi ini layak diberikan karena mereka telah menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kekayaan leluhur bangsa Indonesia. Tangan-tangan mungil peserta terlihat lihai saat menorehkan cairan lilin mengikuti pola motif lokal batik Banyuwangi yang tergambar di kain.

Mereka terlihat tekun saat melakukan gerakan mencanting. Mengambil canting, meniupnya, hingga mengusapkan lilin mengikuti motif. Anas menambahkan, Desa Tampo merupakan salah satu sentra batik. Di desa ini terdapat sekitar 150 pekerja batik yang tertampung di enam UMKM batik.

Dan sekolah yang ada di sekitar Desa Tampo juga memasukkan batik dalam kurikulumnya, bagian dari pelajaran seni, budaya, dan ketrampilan (SBK). Seperti di SDN 2 Tampo, tiap siswa dari kelas 4-6 SD mengikuti pelajaran membatik tiap pekan.

Untuk itu, Anas menginstruksikan agar semua sekolah melakukan apa yang telah Desa Tampo lakukan. Sekolah harus memasukkan pengembangan potensi daerahnya dalam sebuah ekstra kurikuler. Salah satu peserta, Lintang Zahra siswi kelas 4 SDN 2 Tampo mengaku senang ikut acara ini, karena membatik adalah kesukaannya selain menari. Festival Canting Sewu merupakan rangkaian event Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang didedikasikan untuk mempromosikan batik Banyuwangi sekaligus mentautkan pembatik lokal dengan industri batik nasional.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/regional/read/3694269/melihat-keseriusan-bocah-banyuwangi-membatik?source=search
Comments
Loading...