Melestarikan Batik Khas Wonogiri

0 232

Melestarikan Batik Khas Wonogiri

Batik sekarang ini menjadi tren tak hanya di Soloraya, namun sudah ke tingkat nasional bahkan mancanegara.  Bahkan menurut rencana 2 Oktober 2009 mendatangkan UNESCO akan mengakui batik sebagai karya bangsa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak akan kehilangan seni budaya adiluhung tersebut. Salah seorang pelestari Batik Wonogiren, Ny. Sugeng Rahayu mengatakan ketertarikannya menekuni batik tulis dikarenakan generasi muda sedikit yang mau menekuninya. Warga Joho Lor, Giriwono, Wonogiri ini mengaku menekuni dunia batik tulis sejak 1978. Namun, pada tahun 1990 sempat terhenti karena mengalami dampak krisis moneter (krismon) dan akhirnya kami menekuninya lagi sekitar 10 tahun belakangan ini.

Dari ketekunnya itu, dia kini memiliki dua tenaga terampil membatik di rumahnya dan perajin rumahan. Ketekunannya dalam batik Wonogiren karena mendapat motivasi dari Ketua PKK Kabupaten Wonogiri, Ny. Sumarmo. “Kami pernah membuat batik-batik pada umumnya, namun oleh Ibu Wakil Bupati diminta membuat batik khas Wonogiren. Sejak saat itulah kami menekuni batik Wonogiren” ungkapnya. Dari ketekunannya itu, omzet per bulannya mencapai 100 potong. Untuk pangsa pasar, Ny. Sugeng mengaku tidak kesulitan. Pasar yang menunggu, diantaranya Bali, Aceh, Surabaya, Semarang, lokalan Wonogiri ataupun DIY.

Dia mengaku juga menerima pesanan batik sesuai dengan motif yang diinginkan pemesan. Harga per lembar kain batik tulis Wonogiren antara Rp. 50.000,- hingga Rp. 300.000,-. Dijelaskan oleh Ny. Sugeng, ciri khas batik Wonogiren adalah pecahan atau guratan-guratannya. Dia mengaku hasil yang diperoleh cukup menggembirakan karena bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Pejabat di Wonogiri juga telah memesan. Demikian juga untuk seragam pemerintahan ataupun sekolah, Seperti BKD, AkBid, dan lain-lainnya.

Source http://batiktuliswonogiren.blogspot.co.id/ http://batiktuliswonogiren.blogspot.co.id/2011/08/melestarikan-batik-khas-wonogiri.html
Comments
Loading...