Mbah Darisman, Pembatik Tertua di Giriloyo

0 163

Mbah Darisman, Pembatik Tertua di Giriloyo

DIBALIK indahnya batik tulis Giriloyo, Imogiri, Kabupaten Bantul ternyata ada tangan-tangan wanita hebat. Salah satunya adalah Darisman (87), atau akrab dipanggil Mbah Darwis, wanita lanjut usia yang sudah membatik jauh sebelum Indonesia merdeka. Sebagai pembatik yang usianya sudah tidak lagi muda lagi ia tetap berusaha menghasilkan batik. Kecintaan Daris terhadap batik membuatnya berkomitmen untuk tetap membatik sampai akhir hayatnya.

Sudah sejak kecil Daris mulai membatik. Salah atu kenangan yang masih abadi di memorinya adalah saat-saat ia membatik ditengah prahara perang melawan penjajah. Luhurnya filosofi batik membuatnya sangat mencintai batik. Dengan semangat ia menceritakan proses pembuatan batik. Proses pembuatan batik diawali dari kain  putih dipotong, kemudia dicuci, dikeringkan dan disetrika. Setelah kering kain siap untuk digambar. Proses menggambar dapat langsung dengan canthing. Dalam mencanthing ternyata ada 3 tahapan yaitu nglowongi, ngisen-iseni dan nembok. Setelah itu kain diwarnai, direbus, dicuci kembali dan dikeringkan.

Meskipun hasil batik yang dibuat Mbah Daris tidak sehalus buatan pembatik yang lebih muda, tetapi batiknya masih laku dipasarkan. Dalam waktu sehari Mbah Daris mampu menghasilkan sebuah kain lengkap dengan pola yang digambar dengan canthing. Pendapatan yang ia dapat adalah Rp.50.000-Rp.70.000 per kain. Anak-anak Mbah Daris sendiri ternyata sudah sekian lama meminta Daris untuk berhenti membatik. Namun, usaha yang mereka lakukan sia-sia. 

Source https://krjogja.com/ https://krjogja.com/web/news/read/11306/Mbah_Darisman_Pembatik_Tertua_di_Giriloyo
Comments
Loading...