infobatik.id

Masih Terkendala Pemasaran Batik Indramayu ke Luar Negeri

0 10

Masih Terkendala Pemasaran Batik Indramayu ke Luar Negeri

Pemasaran Batik Indramayu ke luar negeri masih mengalami kendala berbagai faktor, seperti minimnya jaringan pemasaran. Padahal dari sisi produk, batik yang telah dibuat secara turun temurun itu diyakini memiliki daya jual tinggi di pasar ekspor. Muchayatun, selaku pengelola usaha batik Bintang Arut di daerah Paoman Kabupaten Indramayu mengatakan, salah satu negara yang potensial untuk pasar batik adalah Belanda. Ceruk pasar tersebut diketahuinya saat mengikuti salah satu pameran selama satu bulan di Belanda pada pertengahan tahun lalu. Kain yang dibawanya dari Indramayu laris manis dibeli oleh warga setempat pengunjung pameran. “Kebetulan kita sudah coba survei pasar dulu sebelumnya, jadi yang banyak kita bawa memang bentuknya scarf (selendang), karena orang sana lebih menyukai produk seperti itu dibanding kain bahan,” ujar Atun.

Antusiasme pasar Belanda terhadap batik ini sebenarnya menggembirakan. Meski terbilang kalah pamor dari kain batik produksi daerah lain, setidaknya batik Indramayu pernah “punya nama” di Belanda. Namun setelah pameran usai, kesulitan untuk melanjutkan usahanya dengan ekspor batik langsung dari Indramayu. Prosedur untuk mengirim barang ke negara lain cenderung rumit, terlebih bagi pengusaha yang baru menjajaki pasar ekspor. Kecenderungan serupa juga terjadi ketika dia mengikuti pameran di Singapura. Animo pasar dinilai baik, hanya saja sulit untuk ditindaklanjuti.

Kain batik Indonesia secara umum lebih diminati dibanding produk serupa yang dibuat di China dengan harga jual lebih murah. Maka untuk sementara, potensi ekspor itu terpaksa dikesampingkan terlebih dahulu. Dengan demikian, usaha batik yang sudah dikelola tiga generasi ini lebih mengutamakan pasar lokal. Sekitar 20 tenaga kerja terus membuat batik tulis dan batik cap dengan kemampuan produksi sekitar 300 helai kain per minggu.

Atun bersama sang suami, Edi Handoko, tetap menjaga agar konsumen “kelas bawah” dari kalangan petani, nelayan serta pedagang skala kecil yang selama ini jadi pelanggan tidak lari ke produsen lain. Mengenai tingginya daya saing, hal senada dikemukakan Carwati Basuri, pengelola usaha batik Senang Hati, juga dari daerah Paoman Kabupaten Indramayu. Motif batik dari Indramayu memiliki kekhasan dibandingkan dengan produk batik dari daerah lain. Pasalnya, pembuatan batik tidak hanya berkaitan dengan industri, tapi juga sebagai produk budaya. Maka motif batik Paoman Indramayu erat dengan perkembangan budaya pesisir. Selain dipasarkan secara langsung, promosi usaha batik yang dikelolanya dilakukan juga lewat media online seperti “Facebook”. Lewat jejaring sosial tersebut, dia bisa berkomunikasi dengan calon konsumen dari dalam dan luar negeri. Namun khusus untuk penjualan ke luar negeri, dia mengaku kesulitan untuk memenuhi pesanan.

Source http://www.pikiran-rakyat.com/
Comments
Loading...