Masalah Batik Di Purbalingga

0 157

Masalah Batik Di Purbalingga

Kota Purbalingga juga memiliki kerajinan dan juga seni budaya batik yang memiliki ciri khas dari budaya masyarakat daerah ini. Jika dilihat secara sekilas maka akan tampak kemiripan Motif Batik wilayah ini dengan Motif Batik dari daerah Banyumas. Disebabkan karena lokasi Purbalingga yang memang sangat dekat dengan wilayah Banyumas. Walaupun memiliki kemiripan namun batik dari wilayah Purbalingga ini memiliki suatu ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dengan batik lainnya. Ciri ini dapat terlihat pada bagian isi dan juga ornamen yang menjadi hiasan Motif Batik. Motif batik dari kota ini yang cukup banyak disukai oleh masyarakat di antaranya adalah Motif Batik Lumbon, Motif Batik Petean, Motif Jahe Srimpang, Motif Kukel, Motif Parangtritis dan juga berbagai macam motif batik lainnya. Baju batik yang dibuat oleh masyarakat Purbalingga ini pada umumnya menggunakan bahan warna yang berasal dari alam. Bahan warna diperoleh dengan melakukan pencelupan kain pada larutan kayu mahoni dan juga warna yang diperoleh dari larutan jantung pisang. Kedua bahan alami ini membentuk warna yang khas dari kota ini yaitu warna hitam dan juga coklat.

Industri batik yang ada di Purbalingga ini sebenarnya memiliki banyak masalah dalam prosesnya. Masalah yang muncul pada Batik Purbalingga antara lain :

  • Kemampuan para pembuat baju batik di wilayah ini adalah sangat jarang yang bisa melakukan semua proses pembuatan baju batik dari awal hingga akhir.
  • Masalah yang kedua adalah seni batik di wilayah ini terancam hilang karena tidak adanya lanjutan generasi di kalangan pembuat batik. Jumlah pembuat batik di daerah ini mengalami penurunan yang cukup tajam dari jumlah 460 pembuat batik pada tahun 2010 menurun menjadi hanya 126 pembuat batik di tahun 2011. Para pembuat batik di wilayah ini telah banyak yang berusia lanjut sekitar di atas 60 tahun ke atas dan sangat kurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan.
  • Masalah yang ketiga adalah keterbatasan dalam hal memasarkan produk batik kota ini. Pembuat batik di kota ini masih sangat mengandalkan kepada pengepul untuk menjual produk mereka dan itu juga hanya untuk beberapa lokasi yang ada di sekitar kota ini.
  • Masalah yang keempat adalah tidak adanya ruang pamer untuk karya batik buatan mereka. Hal ini membuat susahnya untuk mendorong datangnya wisatawan untuk datang dan membeli produk batik asli dari kota ini.
Source Masalah Batik Di Purbalingga Batik
Comments
Loading...