Marifatul Kamila Perjuangkan Batik Banyuwangi Mendunia

0 68

Marifatul Kamila Perjuangkan Batik Banyuwangi Mendunia

Di mata para seniman, warna bisa dijadikan ikon dan juru bicara kebudayaan yang memiliki kekuatan simbolik. Alam di sekitar menyajikan warna-warni yang sangat kaya. Dari situ dapat mengidentifikasi persepsi manusia terhadap warna-warni benda yang ada di alam, kemudian dituangkan dalam berbagai bentuk karya, di antaranya melalui seni Batik. Warna memiliki korelasi dengan karakter individu dan kebangsaan. Sebuah institusi bisnis, misalnya, biasanya mempunyai corporate color. Negara memiliki color of nation yang umumnya tercermin di bendera Nasional mereka.

Marifatul Kamila merupakan perempuan yang berasal dari Banyuwangi yang satu dari sekian banyak seniman Batik yang ada di kota paling ujung Timur Pulau Jawa. Melalui seni Batik, Ifa, demikian sapaan akrabnya, ingin mengenalkan Banyuwangi pada dunia. “Batik Banyuwangi harus dikenal dan bahkan harus lebih populer di banding karya Batik dari daerah lain. Saya ingin Batik Banyuwangi di kenal di seluruh dunia,” ujar pendiri dan pemilik Rumah Batik Kharisma Banyuwangi, dengan belasan pengrajin Batik ini. Batik Kharisma kini tidak hanya dipasarkan di Banyuwangi dan kota-kota di Jawa Timur dan sekitarnya, melainkan juga terdistribusi hingga ke Bali dan Jakarta. Untuk produk-produk tertentu, terang Ifa, Batik Kharisma juga dibeli dan menjadi koleksi warga mancanegara yang berkunjung ke Bali dan Banyuwangi. Pengukuhan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, setidaknya kian membuka peluang pasar Batik di mancanegara.

Bagi Ifa, membatik bukan hanya kegiatan bersifat ekonomis, melainkan juga kegiatan budaya, serta dapat dijadikan sarana pembentukan karakter. Pendidikan karakter bangsa, dan harus menjadi dasar bagi terwujudnya spirit kebangsaan. Hal ini salah satunya dapat dihasilkan melalui pemberdayaan kultural (Seni Membatik). Apa yang diupayakan Ifa, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Banyuwangi, yang kini terus menggiatkan masyarakatnya melalui berbagai event kebudayaan.

Sejak penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival tahun 2011, kegairahan masyarakat Banyuwangi seakan tak terbendung untuk mengangkat potensi dan budaya daerahnya, baik melalui kegiatan yang bersifat seni, budaya, fesyen, dan wisata olahraga. Pemberdayaan generasi muda sebagai frontliner untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia sangat dibutuhkan. Hal ini untuk mempercepat kemajuan industri berbasis budaya dan pariwisata Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, Ifa berharap pesona budaya lokal Banyuwangi ini dapat meningkatkan peran serta anak-anak muda di bidang kreatif.

Source http://id.beritasatu.com/home http://id.beritasatu.com/home/marifatul-kamila-perjuangkan-batik-banyuwangi-mendunia/161202
Comments
Loading...