Manfaat Memilih Asuransi Kendaraan Syariah

Sejak tahun 1990, industri keuangan syariah sudah mulai hadir di tanah air. Salah satu produk keuangan syariah jangka panjang adalah asuransi. Saat ini semakin banyak layanan asuransi yang menerapkan skema transaksi syariah. Produk tersebut selain sesuai dengan syariat Islam juga menawarkan banyak keunggulan yang akan dirasakan oleh setiap nasabah. Tujuan utama dari bisnis tersebut adalah proteksi risiko tetapi dengan prinsip yang berbeda dengan layanan asuransi konvensional.

Praktik syariah memprioritaskan asas saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi sepenuhnya seperti produk asuransi konvensional. Menurut fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) Nomor 21/DSN – MUI/X/2001 mengenai Pedoman Umum Asuransi Syariah, asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah pihak atau orang melalui investasi berupa asset dan atau tabarru’ yang menawarkan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui perikatan (akad) sesuai syariat Islam. Agar semakin jelas, berikut ini adalah beberapa manfaat asuransi kendaraan syariah.

Lebih Adil

Dalam praktik asuransi syariah, sistem pembagian keuntungan dirasakan lebih adil karena tidak ada pihak yang akan mendapatkan keuntungan dengan jumlah lebih besar daripada pihak lain. Jika dalam asuransi konvensional menerapkan kontrak jual beli atau sering disebut dengan tabaduli, asuransi mobil syariah menerapkan kontrak takafuli atau tolong menolong antar nasabah ketika mengalami kesulitan. Dengan demikian asuransi syariah memiliki risk sharing.

Jika asuransi konvensional menggunakan akad tabaduli, ada jual beli atas resiko yang dipertanggungkan antara nasabah dan perusahaan asuransi. Jadi ada risk transfer atau transfer resiko dari nasabah ke perusahaan asuransi. Dalam posisi tersebut, perusahaan asuransi akan terbebani dan berusaha untuk mencari cara supaya semua risiko tersebut dapat ditanggung dengan cara memasukkan unsur risiko dalam paket asuransi. Sementara itu pada asuransi mobil syariah, risiko merupakan tanggung jawab bersama dengan asas saling menolong sehingga jauh lebih adil.

Semua Pihak Merasa Aman dan Nyaman

Asas tolong menolong pada asuransi syariah menerapkan konsep donasi. Jadi ketika nasabah membeli asuransi berbasis syariah, Anda sama saja mendonasikan sebagian uang yang dimiliki untuk menolong nasabah lain yang mengalami musibah. Mengusung konsep seperti ini, maka dana nasabah tidak akan ada yang hilang selama Anda berinvestasi. Dalam periode tertentu, seluruh keuntungan yang didapat akan dibagi rata untuk kedua belah pihak sehingga semua nasabah sama-sama merasa nyaman karena dananya aman.

Menggunakan Konsep Risk Transfer

Asuransi kendaraan syariah. Menggunakan konsep risk sharing. Sementara itu pada asuransi konvensional menerapkan prinsip risk transfer. Jadi perusahaan asuransi selaku operator asuransi tersebut tidak akan mengalami kerugian. Pasalnya risiko tidak menjadi tanggung jawab perusahaan. Manfaat untuk nasabah adalah terdapat kumpulan dana tabarru seperti premi yang dapat diambil manfaatnya. Hal inilah yang menjadikan asuransi syariah lebih adil bagi nasabah

Tidak Ada Dana Hangus

Dalam asuransi mobil konvensional, ada istilah dana hangus jika nasabah tidak membayar premi sesuai syarat minimal waktu yang telah disepakati di awal. Namun hal ini tidak akan terjadi di asuransi syariah. Pasalnya nasabah asuransi syariah dapat memperoleh dananya kembali walaupun belum jatuh tempo. Asuransi syariah menerapkan konsep wadiah atau titipan di mana dana nasabah akan dikembalikan dari rekening milik peserta yang sudah dipisah dari rekening tabarru.

Beban biaya operasional ditanggung oleh pemegang polis asuransi dan terbatas hanya sekitar 30 persen dari premi sehingga pembentukan nilai tunai lebih cepat terbentuk di tahun pertanam dengan nilai 70 persen dari premi. Jika dibandingkan dengan asuransi konvensional, biaya tersebut ditanggung semuanya oleh pemegang polis. Hal ini juga memungkinkan peserta asuransi syariah menerima sebagian premi kembali jika ternyata sampai jatuh tempo tidak ada pengajuan klaim.

Lebih Transparan

Sistem pengelolaan dana pada asuransi kendaraan syariah. Menerapkan konsep pembagian yang jelas sejak awal seperti porsi untuk pengelola, porsi risiko yang dibagi untuk pemegang polis. Sebagai contoh, persentase untuk tabaru sebesar 70 persen sementara itu 30 persen ujroh. Hal inilah yang membedakan konsep asuransi mobil syariah dengan asuransi konvensional di mana 100 persen dana dimiliki oleh perusahaan

Leave a Comment