Makna Simbolis Pada Batik Jawa Barat

0 1.504

Makna Simbolis Pada Batik Jawa Barat

Motif dan ragam hias pada sebuah batik, pasti mempunyai kandungan makna atau nilai didalamnya, seperti pada Batik dari Jawa Barat. Secara umum, Batik Jawa Barat tidak membatasi pemakaian kain batiknya untuk digunakan oleh kalangan tertentu maupun dalam keadaan tertentu, sebagaimana Batik yang berasal dari Keraton Yogya dan Solo yang dapat digunakan hanya pada acara-acara tertentu oleh kalangan keluarga keraton, bangsawan atau kalangan tertentu lainnya. Batik Tradisional Jawa Barat seperti dari daerah Indramayu, Cirebon serta Tasikmalaya terdapat beberapa makna simbolis dalam motif atau ragam hias batiknya.

Untuk daerah atau Kota Ciamis dan Garut, tidak terdapat ungkapan makna simbolis pada berbagai batikan yang dihasilkannya. Motif dan warna Batik Ciamis tidak mengandung makna filosofi, perlambang, disakralkan, ataupun menunjukkan suatu status sosial tertentu. Batik Garut tak mengenal apa yang disebut motif larangan karena motif dibuat semata-mata untuk kebutuhan sandang sehari-hari, yang dikenakan sebagai sinjang (kain panjang), yang tidak dikaitkan dengan ajaran agama atau kepercayaan tertentu.

Daerah yang dianggap memiliki makna simbolis antara lain Indramayu, Cirebon dan Tasikmalaya Indramayu dengan Motif Burung Hong, dipercaya sebagai 31 penolak bala atau malapetaka. Cirebon memiliki Motif Mega Mendung yang berarti satu bentuk tanda cinta dari Sunan Gunung Djati kepada Putri Ong Tien yang berasal dari Cina untuk dinikahinya, sebab motif mega mendung merupakan ornamen yang banyak terdapat pada guci-guci Cina pada saat itu di Cirebon. Motif Mega Mendung pun dianggap sebagai simbol cinta, harapan, simbol kebahagiaan dan rezeki. Batik Tasikmalaya, terdapat beberapa motif yang dipercaya sebagian masyarakat Tasikmalaya dapat membawa keberuntungan, contohnya motif pisang bali yang biasa digunakan kaum pedagang.

Source Makna Simbolis Pada Batik Jawa Barat Batik
Comments
Loading...