Makna Sejarah di Balik Cerahnya Warna Batik-Batik Pesisir

0 29

Makna Sejarah di Balik Cerahnya Warna Batik-Batik Pesisir

Batik merupakan salah satu karya yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia. Batik sendiri merupakan sebuah corak atau lukisan yang dituangkan ke dalam sebuah kain. Alhasil kain batik selalu memiliki makna dan arti dari setiap guratannya. Batik sendiri terdiri dari dua macam yakni batik tulis dan batik cap.

Perbedaanya hanya pada cara seseorang membuatnya. Batik tulis biasanya dikerjakan dengan cara manual dengan alat menggunakan canting. Ciri khasnya adalah tinta batik yang menembus hingga ke belakang kain dan motifnya yang lebih luwes. Sementara batik cap terlihat lebih kaku dan berwarna lebih tua dibandingkan warna pada goresan motifnya.

Tak hanya dua hal ini yang membedakan batik. Batik juga memiliki ciri khas masing-masing yang membedakan darimana mereka berasal. Salah satu contohnya adalah batik pesisir atau biasa disebut dengan batik tepi laut.

Mengutip dari Yayasan Batik Indonesia, Batik pesisir memiliki variasi yang lebih banyak mulau dari segi warna maupun motifnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh asing yang dibawa oleh para pedagang asing zaman dahulu.

Berbeda dengan batik yang dibuat di Solo dan Jogjakarta, batik pesisir dibuat oleh daerah-daerah yang berada di pesisir utara jawa seperti Cirebon, Indramayu, Lasem dan Bakaran. Mungkin selintas beberapa orang awam sedikit bingung dalam membedakan ciri khas batik pesisir dengan batik pada umumnya.

Caranya sebenarnya susah-susah gampang, yang pasti Anda membutuhkan kecermatan dalam melihat sebuah gambar. Biasanya batik pesisir memiliki pilihan warna dan motif yang cenderung tidak kaku. Seperti yang disebutkan sebelumnya, hal ini terjadi karena adanya pengaruh asing yang dibawa oleh pedanga asing zaman dahulu terutama sejak kehadiran Islam pada abad ke-16.

Ciri khas lainnya yang dapat membantu Anda untuk membedakannya adalah warna yang dipergunakan. Batik pesisir lebih sering menggunakan warna merah dan biru dibandingkan cokelat yang menjadi kegemaran pembatik asal Jogja dan Solo.

Batik pesisir juga selalu digambar secara tidak naturalis. Hal ini disebabkan oleh larangan Islam untuk menggambar sesuatu dengan gaya naturalis. Nah, untuk penggunaannya sendiri, batik pesisir tidaklah sulit seperti batik Jogja maupun Solo yang disesuaikan dengan pangkat dalam keraton. Batik pesisir bisa digunakan oleh siapa saja karena bersifat komersil.

Dalam perjalanannya, batik mulai berkembang pada abad ke-19 dimana India yang merupakan produsen utama kain di Pulau Jawa memutuskan untuk mengurangi produksi mereka. Sejak saat itu para konsumen memutuskan untuk lebih memilih menggunakan kain batik.

Batik di Indonesia semakin populer setelah beberapa pedagang asing dari China dan Belanda turut terlibat dalam industri batik. Perjalanan itulah yang membuat batik menjadi terkenal hingga kini dan menjadi identitas Indonesia.

Source https://lifestyle.okezone.com https://lifestyle.okezone.com/read/2018/10/02/194/1958539/makna-sejarah-di-balik-cerahnya-warna-batik-batik-pesisir
Comments
Loading...