Makna Motif Bunga Pada Kain Batik

0 6.347

Makna Motif Bunga Pada Kain Batik

Kain batik merupakan hasil karya yang diciptakan dari kreatifitas seseorang atau individu. Individu dalam masyarakat merupakan sebuah bagian dari satuan terkecil unsur masyarakat. Anggota masyarakat memiliki peran sendiri dalam masyarakat. Seseorang yang membuat batik jika hasilnya hanya satu saja namun  berulang dengan bentuk yang berbeda mungkin dapat disebut sebagai seniman. Di sisi lain, karyanya tersebut dibuat secara massal dalam jumlah besar maka dia dapat disebut sebagai pengrajin. Dari tangan para seniman dan pengrajin inilah tercipta sebuah karya seni yang luar biasa.

Michael Focoult mengatakan bahwa ada sebuah kebiasaan tanpa sadar yang dilakukan terus terus terhadap sesuatu yang kemudian tanpa disadari menjadi melembaga. Kebiasaan tanpa sadar ini sering dilakukan oleh masyarakat terutama dalam hal pemberian makna terhadap apa yang diinginkannya, walaupun mungkin  sudah ada konvensi bersama terhadap benda tersebut. Misalnya terhadap suatu  benda seperti bunga. Benda sepele tetapi kemudian dianggap sakral ketika ruang yang  dimasuki benda tersebut sakral.

Kain batik mempunyai dua sisi yaitu sisi sebagai karya seni dan sisi karya produksi masal yang luar biasa. Kain batik memiliki makna filosofi, tetapi harus dilihat dari tertentu. Kain batik dengan motif tertentu seperti sida luhur, sida mukti memang pada jamannya merupakan motif batik yang memiliki makna filosofi yang dalam yaitu harapan bagi pemakainya untuk memiliki kedudukan yang luhur, perilaku yang luhur, dan jabatan yang tinggi. Motif lung-lungan yang menjadi dasar bagi motif sida lulur dan sida mukti merupakan sejenis tanaman menjalar seperti halnya melati atau mawar. Itu sebabnya mengapa motif melati menjadi dasar bagi makna dari sebuah kain batik yang bermotif lung-lungan. Di sisi lain warna bunga melati yang putih bersih menggambarkan kesucian dan warna bunga mawar yang merah menunjukkan sisi yang berbeda, seperti ungkapan putih-merah bukan putih-hitam. Makna dari lung-lungan yang menjadi dasar harapan bagi kedudukan yang luhur, perilaku yang luhur, dan jabatan yang tinggi. Selain bentuknya ada juga pengaruh aromanya yang wangi dan lembut, kecuali untuk bunga sedap alam. Menurut pendapat masyarakat tradisional ternyata aroma wangi dari ke tujuh bunga tersebut merupakan harapan bagi kesehatan, sedangkan aroma wangi nan lembut dari ke enam bunga tersebut merupakan harapan bagi keselamatan dan kebahagiaan.

Makna lain dari motif yang banyak mengandalkan pada gambar bunga adalah makna harapan akan keselamatan. Perlu diingat bagi masyarakat tradisional harapan akan keselamatan, kebahagian dan kesehatan adalah hal yang sangat penting. Bagi mereka keselamatan, kebahagiaan dan kesehatan adalah hal yang sangat mendasar karena berkait dengan keseimbangan alam yang selaras, serasi dan seimbang.

Dari uraian tersebut terlihat sebuah gambaran dari kehidupan manusia yang berselaras dengan alam. Keselarasan dicapai dengan saling menghormati mahluk lain termasuk tanaman. Oleh karena itu manusia meniru ciptaan Tuhan dan menuangkannya dalam bentuk karya seni yang indah. Manusia sebagai sebagai mahluk yang memiliki cipta, rasa dan karsa berusaha untuk dapat menyelaraskan kehidupan di bumi dengan harapan yang dinginkan. Kehidupan di bumi berarti kehidupan yang penuh dengan harapan keselamatan. Selaras tidaklah indah jika diseimbangkan dengan keserasian. Keserasian dipadankan dengan perilaku yang baik sehingga dunia fisik dan dunia batin dapat menjadi pasangan yang serasi. Kebutuhan hidup tidak hanya pada kebutuhan fisik/lahir saja tetapi juga kebutuhan batin atau rohani. Dalam pencapaian keselaras dan keserasian, keseimbangan antara dunia fisik dan dunia batin harus terwujud. Selain muncul dalam kain batik ke 7 bunga tersebut juga sering muncul atau dimanfaatkan dalam upacara-upara ritual budaya. Misalnya upacara pengantin.

Dalam acara upacara pengantin penggunaan bunga mawar, melati, cempaka dan kenanga sangat dominan. Bunga mawar, melati dan cempaka digunakan untuk menghiasi dadanan wajah baik pengantin laki-laki maupun perempuan. Pada pengantin perempuan bunga melati digunakan untuk menghiasi sanggul dibelakang kepala, kemudian bunga pada bahu. Bunga melati, bunga mawar dan bunga cempaka disusun sedemikian rupa membentuk satu susunan yang indah yang di dalam bahasa Jawa disebut bokor mengkurep. Untuk pengantin laki-laki bunga mawar, melati dan cempaka disusun sedemikian rupa untuk menghiasi keris pada kostum pengantin laki-laki dan digunakan untuk kalung serta hiasan pada telinga. Selain itu ke tiga bunga tersebut bunga kenanga, tanjung, kemuning dan sedap malam juga digunakan untuk menghias ruangan.

Source Makna Motif Bunga Pada Kain Batik Makna
Comments
Loading...