Makna di Balik 4 Motif Batik Emas Batangan Terbaru Dari Antam

0 331

Makna di Balik 4 Motif Batik Emas Batangan Terbaru Dari Antam

Peristiwa ini terjadi beberapa abad yang lalu. Ratu Beruk selalu murung dalam kesehariannya. Apalagi sang suami, Sunan Paku Buwana III dari Kesultanan Surakarta Hadiningrat mulai berfikir untuk menikah lagi. Niat ini lahir setelah sang Raja mengetahui bahwa Ratu Beruk atau yang dikenal dengan nama Kanjeng Ratu Kencana tidak bisa memberikan keturunan baginya.

Malam-malam Ratu semakin buruk. Kesedihan dan kesendirian sangat akrab dengannya. Hingga di suatu malam sang Ratu mendapatkan pelajaran penting setelah menatap gugusan bintang di taman langit. Walaupun tanpa ada sinar bulan langit masih terang.

Dengan terus berupaya mendekatkan diri pada Sang Kholik. Ratu mulai membuat karya batiknya demi mengisi kesendirinya. Ketekunan Ratu dalam membatik menarik simpati sang Raja. Sunan Paku Buwana III tertarik untuk menyaksikan proses pembuatan batik sang Ratu. Seiring berjalannya waktu Raja membatalkan niat poligaminya.

Hikmah ketulusan cinta sang Ratu ternyata tak berhenti sampai di situ. Hampir tiga abad setelah kejadian tersebut, PT Antam sebagai salah satu Industri Pertambangan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia mengapresiasi seni sang Ratu dengan menerapkannya pada emas batangan. Tak hanya motif Truntum, PT Antam juga meluncurkan tiga motif lainnya dalam produk emas batangan Batik Indonesia Seri II, yakni Batik Wahyu Tumurun, Batik Sekar Jagad, dan Batik Purbo Negoro.

Makna di Balik Motif Batik Truntum

Makna dari batik motif Truntum adalah segala sesuatu yang terjadi harus berkelanjutan. Sebagai mana cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama terasa semakin subur berkembang yang terjadi pada Ratu Kencana dan Sunan Paku Buwana III. Semakin subur berkembang ‘tumaruntum’ orang jawa menyebutnya.

Dalam mengabadikan karya Ratu Beruk, orang Solo mewajibkan batik ini dipakai bagi orangtua mempelai saat pesta pernikahan anaknya. Sama halnya dengan Solo, di Yogyakarta para mempelai dan orangtua kedua mempelai diwajibkan untuk memakai batik motif ini dalam suatu pesta pernikaha.

Makna di Balik Motif Batik Wahyu Tumurun

Selain motif Truntum, PT Antam juga menampilkan motif Wahyu Tumurun pada emas batangan Batik Indonesia Seri II mereka. Pola yang ada pada motif ini mahkota terbang yang menjadi motif utama menyimbolkan kemuliaan.

Filosofinya menggambarkan pengharapan agar para pemakainya mendapat petunjuk, berkah, rahmat, dan anugerah yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Motif ini sangat erat kaitannya dengan pemimpin yang direstui semesta alam.

Untuk pemakaian Batik motif Wahyu Tumurun ini, orang jawa tidak mewajibkannya pemakaiannya dalam suatu acara tertentu. Tidak ada salah juga jika seseorang memakai dalam acara yang bersifat baik seperti acara perayaan-perayaan.

Makna di Balik Motif Batik Sekar Jagad

Motif ini konon katanya, berasal dari perpaduan dari dua kata yang berbeda bahasa. Kata kar dalam bahasa Belanda memiliki arti peta, sedangkan jagad berasal dari bahasa Jawa yang artinya dunia. Namun ada juga yang mengatakan denga arti bunga di dunia. Untuk waktu pemakaian, mitif Batik Sekar Jagad ini sama halnya dengan Wahyu Tumurun. Motif ini merupakan motif yang netral.

Makna di Balik Motif Batik Purbo Negoro

Makna Batik motif Purbo Negoro. Purbo artinya memelihara sedangkan nogoro yang artinya negara. Bentuk ceplok pubonegoro ini seperti bunga helianthus annus. Namun kata Wishnu motif seperi ini biasa untuk dipakai sehari-hari. Biasanya yang memakai motif ini adalah orang yang belum dewasa.

Source https://merahputih.com/ https://merahputih.com/post/read/bukti-tulus-cinta-kanjeng-ratu-kencana-terukir-di-emas-batangan
Comments
Loading...