Makna Dari Motif Batik Kawung

0 220

Makna Dari Motif Batik Kawung

Motif Batik Kawung dibuat dengan sederhana ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dan bervariasi. Tidak hanya satu makna yang dikandung dalam motif yang sangat sederhana ini. Bahkan bisa disimpulkan bahwa kebanyakan artinya merupakan doa yang baik bagi pemakai Motif Kawung ini. Berikut beberapa makna dari Batik Kawung :

Hati Yang Bersih

Buah Kawung berasal dari sejenis pohon aren, yang memiliki daging buah warna putih tersembunyi dibalik kulitnya yang keras. Buah yang biasa dikenal dengan Kolang-Kaling. Sehingga dalam kepercayaan Jawa, Batik Kawung ini dimaknai sebagai sebuah penggambaran hati yang bersih. Bahwa itikad hati yang bersih itu merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu diketahui oleh orang lain.

Berguna Bagi Banyak Orang

Filosofi dari pohon aren pun juga dimuat dalam motif Kawung ini. Pohon aren memiliki manfaat bagi manusia mulai dari ujung daun sampai pada akarnya, baik dari batang, daun, nira, dan buahnya. Hal itu menyimbolkan agar manusia untuk senantiasa berguna bagi siapa saja setiap saat dalam kehidupannya sehari-hari.

Persatuan Rakyat

Pandangan lain tentang makna Batik Kawung diutarakan oleh S.K Sewan Susanto, seorang pakar Batik Indonesia, pada bukunya Seni Kerajinan Batik Indonesia tahun 1973. Ia mengatakan bahwa Motif Kawung dalam bahasa Jawa diibaratkan sebagai saderek sekawan gangsal pancer. Dimana empat buah motif Kolang-kaling itu merupakan lambang dari persaudaraan yang berjumlah empat. Dengan satu motif titik tepat ditengah yang dianggap sebagai pusat kekuasaan alam semesta.

Dengan demikian Motif Batik Kawung yang terdiri dan empat bulatan lonjong dengan titik pusatnya ditengah merupakan lambang persatuan seluruh rakyat dan bangsa. Batik Kawung merefleksikan filosofi Jawa terhadap struktur semesta (kosmologi). Dimana bentuk menyilang di tengah-tengahnya dapat dianggap sebagai penggambaran dari pusat energi alam semesta.

Lambang Kebijaksanaan, Kearifan, dan Pengendalian Diri

Dikutip dari buku karangan Iwet Ramadhan, Cerita Batik (2013), nama Kawung berasal dari kata dalam bahasa Jawa Suwung. Dimana kata ini mengandung makna kekosongan. Kekosongan disini bukan tidak berpikir, namun kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna. Kekosongan ini menjadikan seseorang netral, tidak berpihak, tidak ingin menonjolkan diri, mengikuti arus kehidupan, membiarkan segala yang ada disekitarnya berjalan sesuai kehendak alam.

Seseorang dengan kekosongan tidak ikut serta dalam hiruk pikuk dunia disekitarnya, dia menyibukkan dirinya sendiri. Segala gejolak yang berasal dari luar dia pahami, namun tidak bereaksi. Ia memiliki pengendalian diri yang luar biasa, dan sadar akan tujuannya dalam hidup. Sehingga ia mengerti kapan harus berbuat dan kapan harus menahan diri. Ia memiliki kemerdekaan yang hakiki atas hidup. Ia dengan mudah dapat berinteraksi dengan manusia lain karena dapat menempatkan dirinya dengan tepat, bahkan dengan hewan, dengan alam, dan yang Mahakuasa. Kekosongan ini membuat dia dapat mengendalikan nafsu, keinginan, hasrat ragawi manusia. Ia merupakan sosok petapa yang proaktif. Petapaannya tidak dilakukan di gunung, belantara sunyi, atau di dalam gua.

Source https://www.pemoeda.co.id/batik https://www.pemoeda.co.id/blog/batik-kawung
Comments
Loading...