Makna Dari Corak Batik Bugis Makassar

0 639

Makna Dari Corak Batik Bugis Makassar

Bugis lebih dikenal dengan kain tradisionalnya yang berupa kain tenun Bugis. Dari dulu hingga sekarang bahan tenun sutera Bugis masih digunakan untuk bahan batik. Selain itu banyak motif-motif Batik Bugis yang mengadopsi dari motif tenun Bugis. Dan juga terinspirasi dari kebudayaan lokal setempat.

Inovasi Batik Bugis Makassar sangat berbeda dengan batik-batik yang sudah ada, dimana ini memiliki keunggulan karakter, teknologi proses pembuatan, serta teknik pewarnaan dan corak yang belum dilakukan pembatik-pembatik yang ada saat ini. Pembuatan Batik Bugis Makassar ini menggunakan teknologi komputer dalam penciptaan desain hingga pewarnaan.

Batik Bugis Makassar akan diprogram secara bertahap melahirkan motif-motif baru berdasarkan daerah-daerah yang ada di Sulawesi Selatan seperti motif Parepare, motif Maros, motif Soppeng, motif Toraja dan berbagai motif lainnya.

Untuk mengejar ketinggalan pengembangan batik yang ada, Batik Bugis Makassar ini akan difokuskan pada penciptaan puluhan ribuan desain pakem dasar batik yang akan menjadi data base unggulan dan pelatihan teknik batik. 

Terdapat pula pembuatan Batik Bugis Makassar dengan cara tradisional yaitu menggunakan canting dan pewarna alam atau natural. Batik ini diberi nama cora toriolo yang mengandalkan pewarna natural yang terdapat di masyarakat dan ramah lingkungan seperti daun mangga, daun pepaya, kulit pohon mahoni, kulit daun ketapang, akar pohon pace, biji kembang bixa, kunyit, air kelapa dan lain-lain.

Istilah cora toriolo dimaksudkan agar batik ini memiliki ciri tersendiri dalam industri batik. Selain itu akan memberi identitas kuat dalam buadaya Sulawesi Selatan dipercaturan batik dan handicraft. Program pengembangan cora toriolo, akan terus dikembangkan melalui media kain dan juga media lain seperti kayu, keramik, dan logam.

Perbedaan yang paling menonjol dari batik khas Bugis ini dengan batik lainnya dilihat dari segi warna dan motif. Secara umum, batik asal Parepare ini muncul dengan warna-warna kain yang lebih cerah dan berani, seperti biru, merah, dan hijau pupus. Selain itu, gambar motifnya juga lebih bebas, yang melambangkan karakter Sulawesi selatan, seperti gambar ayam jantan dari timur, motif huruf lontara, motif Tana toraja, dan motif Lagaligo, motif ini merupakan cerita kuno terpanjang kedua setelah Mahabarata.

Source https://fajrinarif.wordpress.com/ https://fajrinarif.wordpress.com/2013/10/31/makna-dari-corak-batik-bugis-makassar/
Comments
Loading...