Mahasiswa ISI Ajarkan Metode Batik Ecoprint

0 13

Mahasiswa ISI Ajarkan Metode Batik Ecoprint

Belum banyak perajin di pedesaan yang memanfaatkan metode ecoprint untuk pembuatan motif batik. Padahal dengan metode tersebut, selain memanfaatkan potensi lokal juga akan menghasilkan motif yang unik dan berdaya jual tinggi.

Dengan alasan tersebut, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta peserta kuliah kerja nyata (KKN) turun ke Desa Kundisari Temanggung untuk ikut mengembangan potensi seni batik ramah lingkungan melalui Media Pelatihan Batik Ecoprint. Tri Novita Megawati, koordinator pelatihan mengemukakan program kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kundisari.

Dikemukakan, metode ecoprint sebagai metode yang memanfaatkan dedaunan atau bunga yang tumbuh di pekarangan sebagai bahan dasar pengganti cairan kimia. ”Pewarnaan dengan menggunakan unsur-unsur alami ini tidak akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Teknik alami ini membutuhkan waktu yang lama, tapi disinilah letak keindahannya. Proses pewarnaan alami membuat kita belajar untuk menghargai alam yang telah memberikan kehidupan,” katanya.

Dikatakan, ecoprint unik karena tidak bisa diulang. Bahan pewarna yang berasal dari daun atau bunga yang digunakan tidak sama, bahan pewarna yang digunakan di satu tempat dan di tempat lain akan berbeda. Bahkan dua sisi daun yang digunakan pun tidak bisa sama.

Cara yang paling sederhana dilakukan untuk proses ecoprint adalah dengan meletakkan bunga atau daun di atas kain, kemudian memukulnya dengan menggunakan palu. Daun atau bunga akan meninggalkan bekas warna pada kain. ”Proses sederhana ini tidak membutuhkan waktu lama. Namun hasil pewarnaannya juga akan tetap unik dan menarik,”paparnya.

Pelatihan diberikan melalui materi kain osword ukuran 30 x 30 cm, serta kaus bahan katun yang diberikan kepada peserta sejumlah 100 warga masyarakat ini melalui beberapa tahapan materi, seperti : pengenalan ecoprint, alat dan bahan, serta proses pembuatan ecoprint. Selain mengenalkan teknik batik, mahasiswa juga mengajari pembuatan kerajinan tangan berupa kap lampu dari bambu.

Pelatihan jni dipilih karena wilayah tersebut banyak terdapat bambu. Hasil dari pelatihan ini berupa berbagai produk seperti, tshirt, sapu tangan, sprei, gorden, mukena, dan produk konveksi lainnya dan akan dipamerkan dalam kegiatan pameran di dusun Nyamplung pada 25 – 26 Agustus mendatang. Dosen Pembimbing Lapangan Basnendar mengemukakan, program kegiatan KKN ini sebagai perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi, dimana salah satunya yaitu pengabdian kepada masyarakat. ”Program ini seperti ini sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat di Desa Kundisari yang membutuhkan ketrampilan teknologi tepat guna untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/115037/mahasiswa-isi-ajarkan-metode-batik-ecoprint
Comments
Loading...