Limbah Hasil Kakao Disulap Menjadi Batik Natural

0 14

Limbah Hasil Kakao Disulap Menjadi Batik Natural

Ramadan dan Lebaran sudah di depan mata. Para perajin batik di Jember kini mulai putar otak untuk menuai berkah momentum hari besar itu. Salah satu pembatik kini mencoba alternatif pewarnaan batik dengan warna warna natural atau nonsintetis. Mereka menggunakan limbah kakao untuk membuat warna batik agar terlihat alami. Arik, pembatik di Jalan MT Haryono, Jember ini, yang kini mulai mencoba pewarnaan batik tidak menggunakan warga sintetis. Namun pewarnaan alam pada batik produksinya.
Saat momentum Ramadan dan Idul Fitri, kebanyakan masyarakat memilih motif baju muslim yang lain dari pada biasanya. Begitu pun motif motifnya. Arik pun kini mencoba menggunakan warna batik produksinya dengan limbah kulit kakao. Limbah kulit kakao akan membentuk warna batik yang natural dan tegas sesuai warna aslinya. Sehingga jika batik tersebut dipakai pada saat moment penting akan lebih terlihat ekslusif dengan warna yang elegan.
Arik memanfaatkan kulit kakao yang banyak dijumpai di jember. Ia kemudian menghaluskan kulit kakao itu untuk kemudian dicampur dengan air dan larutan tertentu sebelum digunakan membatik. “Motif batik dari limbah kulit kakao ini sangat alami dan lembut,” kata dia. Selain menjual dalam bentuk kain batik, Arik jual menjual batik dalam bentuk baju muslim dan muslimah. Produksi batik Arik kini banyak dipesan. Tak hanya dari konsumen di Jember namun juga luar daerah seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Bali. Tiap hari, Arik memproduksi tak kurang dari 50 batik untuk memenuhi permintaan konsumennya. Arik memberikan harga bervariasi untuk batiknya, dari harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per potong. Sementara untuk baju batik, dia melempar dengan harga Rp150 ribu rupiah hingga Rp500 ribu. 

Source http://www.portalhijau.com/ http://www.portalhijau.com/2016/05/inspirasi-bisnis-limbah-hasil-kakao.html
Comments
Loading...