Lestarikan Batik Madura, Jadikan Batik Muatan Lokal

0 97
Lestarikan Batik Madura, Sekolah di Arjasa Sumenep Jadikan Batik sebagai Muatan Lokal

Semangat warga kepulauan untuk menjaga tradisi membatik di Sumenep terus dikembangkan. Bahkan, untuk menjaga tradisi nenek moyangnya, sejumlah warga terus mengajari anak cucu mereka sejak dini. Pemahaman membatik yang diberikan tersebut tidak mengenal tempat, bahkan saat ini di wilayah Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean telah dimasukkan kedalam materi muatan lokal (Mulok) di berbagai sekolah negeri. Salah satunya yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Arjasa, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Anak didik di sekolah plat merah itu, mulai dididik dan dibiasakan membatik sejak baru masuk sekolah. Bahkan saat ini sudah banyak siswa yang mahir melukis kain dengan berbagai macam motif.

Meski materi pelajaran membatik hanya diberikan satu kali dengan jangka waktu dua jam selama seminggu, namun karena guru pembimbingnya sangat telaten, para siswa dapat menerima pelajaran itu dengan cepat. Sehingga siswa di SMPN I Arjasa, sudah bisa meluapkan emosinya lewat karya batik tulis, serta sudah bisa membuat corak atau motif sendiri. ”Karena menyesuaikan dengan jadwal pelajaran di sekolah, pelajaran membatik diberikan 1 minggu 2 jam, jadi waktunya memang tidak banyak untuk pelajaran membatik,” kata guru pembimbing bidang seni dan budaya SMPN I Arjasa Pardi,

Namun begitu, dalam setiap minggunya siswa dapat menghasilkan 1 karya batik ukuran kecil ukuran sapu tangan. Sehingga dalam sebulan SMPN Arjasa dapat menampung batik karya siswa sebanyak 160 lembar batik ukuran sapu tangan. Disinggung mengenai biaya untuk pembuatan batik, Pardi mengaku hasil patungan para siswa, karena sekolah memang tidak menyediakan anggaran untuk materi tersebut. Sementara untuk pemasaran batik karya siswa tersebut, dilakukan secara manual atau dijual secara door to door ke sekolah lain yang ada di pulau Kangean.

Sementara peralatan yang digunakan para siswa dalam membatik, didatangkan dari Solo Jawa Tengah. Sehingga siswa yang akan membatik tidak kebingungan mencari peralatannya, karena sekolah sudah menyediakannnya. Kepala Sekolah SMPN I Arjasa Suryoadi mengatakan, dimasukkan pelajaran membatik di sekolahnya itu, merupakan salah satu upaya untuk terus menjaga agar budaya membatik di pulau madura ini tetap dilestarikan. Selain itu, juga setelah anak didiknya sudha lulus nantinya bisa dijadikan modal usaha home industri.

”Ini merupakan modal dasar bagi para siswa, untuk mengembangkannya nanti ketika sudah berkeluarga, syukur-syukur para siswa nantinya bisa membuka sentra batik khas pulau Kangean, kan bisa membuka lapangan kerja,” papar Suryoadi. Pihaknya berharap, dengan metode pembelajaran membatik disekolah, pemerintah atau instansi terkait dapat lebih memperhatikan untuk membantu melestarikan batik, terutama dari segi permodalan.

 

Source https://www.bangsaonline.com https://www.bangsaonline.com/berita/11055/lestarikan-batik-madura-sekolah-di-arjasa-sumenep-jadikan-batik-sebagai-muatan-lokal
Comments
Loading...