Langkah-langkah Menyusun Teks Eksposisi

Memaknai Teks Eksposisi

Teks eksposisi mudah kita temukan dalam berbagai media. Coba saja kamu perhatikan bacaan-bacaan dalam media-media tersebut, semua berbentuk eksposisi. Misalnya, berita-berita yang biasa kamu baca di koran, majalah, atau internet. Selain dalam bentuk berita, teks eksposisi dapat kamu temukan dalam resep, petunjuk penggunaan, laporan ilmiah, ataupun artikel.

Dengan demikian, pemahaman kita tentang teks eksposisi sangat penting. Teks eksposisi merupakan teks yang memberikan penjelasan tentang suatu hal. Di dalamnya disampaikan fakta-fakta. Dalam eksposisi juga sering terdapat gambar-gambar, tabei, grafik, bagan, ataupun data berupa angka-angka. Oleh karena itulah, hal yang kita peroleh setelah membaca teks eksposisi adalah keluasan informasi, wawasan, dan pengetahuan.

 

Menyusun Teks Eksposisi

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, teks eksposisi adalah teks yang memaparkan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Oleh karena itu, jenis teks tersebut lebih banyak menggunakan fakta. Adapun langkah-langkah penyusunannya adalah sebagai berikut :

a. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi.

Contoh :

  • Paling depan, para siswi.
  • Melakukan koreografi menggunakan bendera.
  • Para penonton berjubel.
  • Diikuti marching band.
  • Pelajar dengan papan bertuliskan hak-hak remaja.
  • Pelajar berselimut spanduk berisi tanda tangan pelajar.

b. Menyusun kerangka paragraf eksposisi, yakni dengan menomori topik-topik itu sesuai dengan urutan yang kamu kehendaki. Dalam tahap ini, bisa saja kamu membuat topik yang kamu anggap tidak sesuai atau menggantinya dengan topik lain.

Contoh :

  • Paling depan, para siswi.
  • Melakukan koreografi menggunakan bendera.
  • Diikuti marching band.
  • Pelajar dengan papan bertuliskan hak-hak remaja.
  • Pelajar berselimut spanduk berisi tanda tangan pelajar

c. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf eksposisi. Dalam tahap ini, kamu harus menjadikan topik-topik itu menjadi kalimat yang jelas. Kamu pun boleh menambah/mengubah kata, atau membuat kalimat yang fungsinya sebagai pengikat sehingga kalimat-kalimat itu terjalin kompak dan padu.

Contoh :

Paling depan, deretan siswi imut. Mereka asyik melakukan koreograf menggunakan bendera. Kelompok ini diikuti dengan marching bond, disusul oleh sejumlah pelajar yang menempeli tubuh mereka dengan papan bertuliskan hak-hak yang patut dituntut remaja. Rombongan diakhiri dengan sekelompok pelajar yang berbaris dalam “selimut” berbentuk spanduk petisi berupa tanda tangan pelajar dari sejumlah sekolah di Bandung.

 

Menelaah dan Merevisi Teks Eksposisi

Menelaah dan merevisi teks bertujuan memperoleh tulisan yang lebih baik. Sebagaimana yang telah kamu pelajari sebelumnya bahwa kegiatan tersebut lazim disebut menyunting atau mengedit.

Hal-hal yang perlu disunting dalam teks eksposisi adalah aspek isi, susunan, dan penggunaan bahasanya.

  1. Aspek isi terkait dengan kejelasan dan kelengkapan fakta. Mungkin pula berkenaan dengan keakuratan ataupun ketepatan penggunaan fakta di dalamnya.
  2. Aspek susunan terkait dengan kepaduan hubungan antarkalimat. Dalam teks itu mungkin saja ada perincian topik atau kalimat yang menyimpang dan tidak sesuai dengan topik utama. Mungkin pula susunannya tidak beraturan atau polanya tidak jelas sehingga maksud teks sulit dipahami pembaca. Kalimat semacam itu disebut kalimat sumbang
  3. Aspek bahasa terkait dengan keefektifan kalimat, penggunaan kata, dan penulisan ejaan. Dalam hal ini, pemahaman kita tentang tata baku bahasa Indonesia sangatlah penting.

 

Meringkas Teks Eksposisi

Meringkas berarti memendekkan atau menjadikan teks yang panjang menjadi lebih singkat atau pendek. Ringkasan disusun berdasarkan ide-ide pokok yang ada pada setiap bagian dalam suatu teks. Dengan demikian, kecakapan kita dalam menemukan ide pokok itulah yang penting diperhatikan dalam membuat ringkasan.

Secara umum, keberadaan ide pokok mungkin di awal atau di akhir teks. Sebagai contoh, perhatikan kembali kedua teks berikut.

Minum minuman berkarbonasi memang sangat nikmat, apaiagi di saat cuaca panas. Rasanya yang enak menjadikan minuman ini menjadi favorit banyak kalangan. Namun, di balik enaknya rasa minuman berkarbonasi, ternyata ada banyak bahaya yang dapat mengancam kesehatan tubuh kita.

Sebagian besar minuman berkarbonasi mengandung fosfor dalam jumlah yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi fosfor akan mengakibatkan osteoporosis. Minuman berkarbonasi juga mengandung gula dalam jumlah yang tinggi. Mereka yang meminum minuman ini akan mengalami kenaikan risiko menderita diabetes tipe 2 sebesar 80%.

Ide pokok teks tersebut adalah bahaya minuman berkarbonasi terhadap tubuh. Dengan demikian, ide itulah yang harus kita ringkas dari teks tersebut.

Akan tetapi, cara tersebut tidak tepat diterapkan apabila teksnya berupa berita.Teks eksposisi yang berupa berita harus diringkas berdasarkan rumus 5W + 1H.

Perhatikan teks berikut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berniat mengurangi beban produksi nelayan dj Kabupaten Pacitan. Mulai bulan Juli, akan dikirimkan 500 unit konverter dan tabung untuk nelayan di wilayah tersebut.

“Masing-masing nelayan diberikan dua tabung elpiji 3 kilogram (kg) dan konverter,” ujar Ketua Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG, Wiratmaja Puja, Senin (24/6).

Bantuan ini diharapkan mengurangi biaya produksi yang cukup besar terlebih usai kenaikan harga BBM diumumkan. Biasanya, nelayan menghabiskan sebanyak 10 liter BBM sekali melaut.

Setelah konversi, diperkirakan sekali melaut hanya membutuhkan gas sebanyak 4 kg gas. Selama ini nelayan mengeluarkan Rp65 ribu untuk membeli 10 liter bensin premium di SPBU. Sementara itu, dengan membeli gas, nelayan cukup merogoh kocek Rp20 ribu untuk 4 kg gas.

Pokok-pokok berita tersebut diringkas berdasarkan rumus 5W + 1H

No Pertanyaan Jawaban
a Apa peristiwa yang diinformasikan itu? Pemberian bantuan bahan bakar dan konverter
b Siapa yang memberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  Kepada siapa? Nelayan di Kabupaten Pacitan
c Di mana peristiwa itu terjadi? Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
d Bantuan apa saja yang diberikan? Dua tabung elpiji 3 kilogram dan konverter
e Mengapa peristiwa itu terjadi? Untuk mengurangi beban produksi nelayan di Kabupaten Pacitan
f Bagaimana kejadiannya? Mulai bulan Juli, akan dikirimkan 500 unit konverter dan tabung untuk nelayan di wilayah Kabupaten Pacitan. Tiap nelayan mendapatkan dua tabung elpiji 3 kilogram dan konverter.

Berdasarkan pokok-pokok berita itu, berita di atas dapat kita ringkas sebagai berikut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai bulan Juli akan memberikan bantuan 500 unit konverter dan tabung gas kepada nelayan di Kabupaten Pacitan. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban produksi nelayan di wilayah tersebut. Tiap nelayan akan mendapatkan dua tabung elpiji 3 kilogram dan konverter.

Leave a Comment