Kulit Jengkol dan Daun-daunan Jadi Bahan Baku Batik Tulis

0 46

Kulit Jengkol dan Daun-daunan Jadi Bahan Baku Batik Tulis Ciwaringin

Kulit jengkol yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah. Tapi, di tangan seorang perajin Batik Tulis Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku pewarna batik. Kulit jengkol mampu menghasilkan dua warna, yakni kuning dan abu-abu. Untuk mendapat kulit jengkol dengan porsi banyak, perajin mengepul dari para pedagang di pasar. Cara mengolah kulit jengkol menjadi pewarna yaitu satu kilogram kulit jengkol direbus dengan air sebanyak lima liter sampai lima jam. Baru, setelah itu bisa dimanfaatkan.

Selain kulit jengkol para perajin juga memanfaatkan berbagi jenis kulit dan daun-daunan. Fungsinya sama sebagai bahan pewarna batik. Batik Tulis Ciwaringin dibanderol mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 1,5 juta. “Karena batik kami ramah lingkungan, jadi kami mengambil bahan-bahan yang alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia,” jelas Sudjai salah satu perajin batik.

Batik asli khas Cirebon itu memiliki motif. Di antaranya Pecutan, Pring Sedapur, Kawung. Kemudian, batik itu juga banyak diminta warga mancanegara. Seperti warga Jepang, Singapura, Jerman. Sebelumnya pembuatan batik ini menggunakan bahan sintetis, tetatpi setelah berganti ke bahan-bahan alami justru peminatnya malah semakin banyak. Untuk menjaga kualitas tetap baik, batik tulis Ciwaringin sebaiknya dicuci menggunakan tangan.

Source http://www.radarcirebon.com/ http://www.radarcirebon.com/kulit-jengkol-dan-daun-daunan-jadi-bahan-baku-batik-tulis-ciwaringin.html
Comments
Loading...