Kuat Arus Listrik

Rangkaian listrik arus searah berhubungan dengan muatan listrik yang bergerak. Bergeraknya muatan dalam penghantar disebabkan oleh beda potensial yang disebut tegangan listrik. Muatan listrik positif mengalir dari beda potensial tinggi ke rendah dan muatan listrik negatif elektron mengalir dari potensial rendah ke tinggi.

Kuat arus listrik banyaknya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar tiap satuan waktu.

rumus Kuat arus listrik

dengan

q = muatan listrik (C),

t = lamanya mengalir (s), dan

I = kuat arus listrik (A).

Banyaknya elektron yang mengalir tiap satuan waktu ditentukan dengan persamaan berikut.

n = q/e

dengan

q = muatan listrik (C),

e = muatan elektron

n = banyaknya elektron.

Rapat Arus Listrik

Rapat arus listrik adalah kuat arus listrik yang mengalir pada penghantar tiap satuan.

J = I/A

dengan

I = kuat arus listrik (A),

A = πr2 = luas permukaan penghantar (m2), dan

J = rapat arus listrik (A/m2).

satuan kuat arus listrik

  • ampere (A = C/s)
  • miliampere (mA = 10-3A)
  • microampere (μA = 10-6A)

Alat untuk mengukur arus listrik adalah amperemeter dan galvanometer.

Hambatan Jenis dan Hambatan

Hambatan Jenis dan Hambatan

Apabila arus mengalir dari ujung a ke b, berarti potensial a lebih besar dari potensial b sehingga timbul medan listrik E yang searah dengan arus.

Vab = El

Kuat medan listrik (E) menimbulkan rapat arus listrik.

rapat arus listrik

dengan

l = panjang penghantar (m).

A = πr2 = luas permukaan penghantar (m2),

R = hambatan (Ω), dan

p = hambatan jenis (Ωm).

Hambatan juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu penghantar, maka semakin besar hambatanya yang dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.

R = R0 (1+ α∆T)

dengan

R0 = hambatan pada suhu T1 (Ω),

R = hambatan pada suhu T2 (Ω),

∆T = T2 + T1 = perubahan suhu (oC),

α = koefisien suhu (/oC).

Alat untuk mengukur hambatan adalah ohmmeter.

Leave a Comment