Kreatifitas Kunci Keberlangsungan Batik

0 31

Kreatifitas Kunci Keberlangsungan Batik

Kreatifitas merupakan kondisi yang dibutuhkan untuk dapat menjangkau masa depan. Mengutip sebuah buku karya futurist Alvin Toffler, Future Shock (1970) bahwa gelombang ekonomi terjadi dalam tiga gelombang yaitu (1) pertanian,

(2) industri,

(3) informasi.

Sementara dalam era kekinian, ada gelombang ekonomi keempat, yaitu “gelombang ekonomi” kreatif. Mahakarya seni batik ibarat sebuah buku sejarah dan filsafat yang sarat akan makna kearifan. Ketika batik mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebaai warisan budaya tak benda bersama dengan wayang, keris dan angklung, bersamaan dengan itu pasca-kesepakatan dalam ASEAN-China Free Trade Ascociation (ACFTA) pada 1 Januari 2010, serbuan produk buatan Cina yang tampak menyerupai batik dan/atau mofif batik pun membanjiri pasar dalam negeri Indonesia.

Daniel Pink dalam bukunya “The Whole New Mind” (2006) mengatakan bahwa sektor yang dapat dikembangkan oleh negara maju, yang sulit ditiru negara lain adalah sektor yang banyak melibatkan kemampuan otak kanan seperti aspek art, beauty, design, play, story, humor, symphony, caring, empathy dan meaning. Hal ini dikarenakan seluruh elemen tersebut memerlukan suatu kapabilitas yang melibatkan kreatifitas. Memang salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri batik adalah kreatifitas. Untuk menunjang keberlangsungan batik, pengembangan kreativitas dalam berinovasi dengan batik diharapkan mampu memberikan peluang untuk meningkatkan value-added bagi masyarakat luas. Kreatifitas industri batik sebenarnya sudah mulai tergambar dari semarak pemain batik yang mulai menciptakan kreasi batik tak sebatas hanya sebagai bahan sandang, namun berupa produk kreatif yang dapat digunakan sehari-hari. Kreatifitas yang dimaksud diarahkan pada dua hal, pertama terkait kreatifitas dalam berkarya dan kedua kreatifitas dalam pemasaran batik.

Kecintaan masyarakat Indonesia akan batik sudah tidak diragukan lagi untuk saat ini, namun tidak berarti masyarakat akan mengalami kejenuhan bukan? Diperlukan inovasi dalam berkreasi untuk menciptakan sebuah karya yang unik dan berbeda dari karya batik pada umumnya. Sebagai contoh, motif batik bisa diaplikasikan menjadi banyak barang kerajinan seperti tas, sepatu, ataupun sandal sehingga masyarakat tetap dapat menikmati batik dengan nuansa yang berbeda. Ide lainnya dimungkinkan dengan kreasi kolaborasi antar motif batik yang berbeda asal pembuatannya. Sangat dimungkinkan untuk semisal memadukan batik pesisiran yang identik dengan warna cerah dengan batik motif keraton yang lekat dengan warna lembut. Hal ini ditujukan untuk menciptakan satu nilai tambah lebih bagi batik itu sendiri.

Source http://permanarikie.blogspot.co.id/ http://permanarikie.blogspot.co.id/2013/01/indonesia-kreatif-indonesia-berbatik.html
Comments
Loading...