Kreasi Unik Sepatu Batik

0 26

Kreasi Unik Sepatu Batik

Kesuksesan bisa berawal dari kecintaan terhadap sesuatu. Dengan ketekunan dan pantang menyerah mendorong Astari Putri Utami memulai usaha Ethnic Collaboration. Ia biasa menyingkat nama usahanya dengan Etc.co. Sejak kecil ia menyukai batik. Kecintaannya tersebut diwujudkan dengan usaha berkaitan dengan batik, namun bukan dalam bentuk pakaian melainkan pada alas kaki atau sepatu. Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini menyukai batik karena memiliki motif yang unik. “Kepikiran buka usaha batik tapi mau yang beda dari kebanyakan orang. Biasanya batik dipakai sebagai baju dan lainnya. Akhirnya jatuh ke pilihan sepatu khusus wanita,” ujar Astari.

Alasan pemilihan produk sepatu wanita, menurut Astari, dirasakan cukup tepat. Ia menilai produk wanita cenderung laris manis di pasaran. Wanita sering sekali berbelanja dan mencari barang baru yang unik dan menarik. “Saya pilih sepatu wanita karena kan modelnya banyak, unik dan warna cerah. Jadi buat desain enak. Kami juga sediakan sepatu dengan ukuran sampai 42 cm karena wanita susah cari ukuran tersebut,” katanya. Nama Etc.co diambil dari ciri khas produk ini. Sepatu wanita ini menggabungkan antara batik dan kain khas Indonesia dipadu nuansa modern. Pada kesempatan apa pun, sang pemilik sepatu bisa menggunakannya.

“Etc.co sendiri nama yang diambil dari produk kita. Sepatu ini kan gabungan dari modern dan tradisional Indonesia. Ada unsur kekinian dan corak dari batik serta kain songket,” kata wanita berkulit sawo matang ini. Menggandeng sahabat, Zulfah Nurhani Zulaimyta sebagai pemegang modal, Astari memproduksi sepatu batik pertama kali pada November 2014 di Bogor, Jawa Barat. Ia mencari sendiri lokasi yang cocok untuk memproduksi sepatu yang dirancangnya. “Waktu itu modalnya sekitar Rp 10 juta. Kita buat menjadi 100 pasang di Depok tapi itu gagal dan akhirnya pindah tempat. Kita cari lokasi yang bagus dan sesuai standar produksi. Dapat di salah satu desa di Bogor,” ujarnya.

Ia mengatakan, keunggulan produk ini tidak memproduksi setiap pasang sepatu dalam jumlah besar. Satu desain yang dikeluarkan hanya akan diproduksi 15 pasang. “Jadi kami mau limited edition. Setiap yang beli itu spesial karena tidak akan diproduksi lagi. Sekali keluar tidak akan keluar lagi. Itu komitmen kami,” kata Astari. Hingga saat ini, ia mengaku sudah mendapatkan omzet Rp 1-2 juta per bulan. Ekspansi di masa mendatang, Astari berharap bisa mengembangkan Etc.co untuk produk ibu dan anak. “Saya ke depan ingin jual produk ibu dan anak serta bersiap membuka pabrik sendiri. Jadi kita bebas produksi dan memasarkan dalam skala besar. Saat ini terganjal produksi yang dibatasi padahal pemintaan terus mengalir,” katanya.

Source http://didikpurwanto.com http://didikpurwanto.com/2015/12/20/kreasi-unik-sepatu-batik/
Comments
Loading...