Kontroversi batik, Chitra Subyakto ungkap hak paten di Indonesia masih lemah

0 130

Baru-baru ini, Indonesia kembali kebakaran jenggot menanggapi perwakilan negara tetangga, Malaysia yang menggunakan motif batik Indonesia, di ajang kecantikan internasional. Seperti kontroversi sebelumnya, Indonesia mulai gusar saat kebudayaan dan warisan nusantara mulai digunakan negara lain.

Hal ini yang diungkapkan desainer batik dengan brand Sejauh Mata Memandangang, Chitra Subyakto kepada Fimela, Selasa. Chitra mengungkapkan hal ini malah bagus untuk Indonesia. Setiap terjadi kontroversi serupa, rakyat Indonesia biasanya akan berbondong-bondong menyadari rasa kebangsaan mereka.

“Menurut saya pribadi kontroversi ini justru bagus. Justru rasa kebangsaan muncul ketika orang-orang menggunakan batik. Pada dasarnya batik sendiri filosofinya ada di mana-mana, ada di Afrika. Selama masih penduduk bumi tidak ada salanya,” kata Chitra.

Perwakilan Miss Grand Internasional asal Malaysia, Debra Jeanne Poh menggunakan motif batik parang pada gelaran kecantikan ini. Batik Parang merupakan motif tertua yang berasal dari Indonesia. Bentuk huruf S yang terjalin tidak terputus menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

2 dari 3 halaman

Filosofi Batik Parang

Menurut Chitra, semua orang tahu bahwa motif batik ini merupakan milik Indonesia. Sehingga tidak ada masalahnya digunakan oleh luar negeri. Bahkan harusnya kita merasa bangga. Seperti deretan desainer mancanegara yang juga menggunakan motif batik Indonesia sebagai inspirasi dalam koleksinya.

“Motif batik Parang ini sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram dulunya. Waktu raja saat itu terinspirasi dari deburan ombak saat meditasi di pinggir pantai. Motif ini merupakan kebanggaan Indonesia, dan harusnya kita bangga ada yang memakainya di kancah internasional,” tambah Chitra.

Chitra juga mengungkapkan masing-masing motif batik digunakan sesuai momennya. Seperti Batik Parang yang biasa digunakan pada upacara adat atau perang karena menggambarkan kebangsaan dan sosok yang kokoh. Ada juga motif batik yang digunakan pada upacara kematian, pernikahan, dan kelahiran.

Source https://www.fimela.com https://www.fimela.com/fashion-style/read/3668940/kontroversi-batik-chitra-subyakto-ungkap-hak-paten-di-indonesia-masih-lemah
Comments
Loading...