Kolektor Batik Ini, Cetak Lagi Corak 1870-an yang Hampir Punah

0 89

Kolektor Batik Ini, Cetak Lagi Corak 1870-an yang Hampir Punah

Seorang kolektor batik mengungkapkan rasa gusarnya bahwa batik kuno banyak yang di ambang kepunahan. Hartono Sumarsono, pendiri Batik Kencana Ungu dan Batik Citra Lawas mengatakan, batik-batik kuno tersebut bisa punah karena fisik kainnya yang termakan usia. Tidak sedikit batik yang kini tinggal foto seperti di dalam buku karya Hartono yang berjudul Batik Pesisir Pusaka Indonesia. Ia saat ini tengah sibuk memproduksi ulang corak-corak batik kuno di atas kain batik baru. Misinya, ingin menjaga batik kuno supaya tidak putus sebatas foto di dalam bukunya. 

Hartono memproduksi ulang batik mulai dari tahun 1870-an sampai 1960-an karya maestro batik dari berbagai daerah. Hartono kemudian mendekati salah satu kain hasil reproduksi corak batik tahun 1880 yang tengah dipajang dalam pameran tesebut. Satu misi yang ingin Hartono capai. Hartono tidak ingin generasi yang akan datang hanya bisa mendengar atau melihat sejarah batik kuno dari buku saja tanpa pernah melihat batiknya. Ia mencontohkan Batik Kudus kini orang asli Kudus barangkali belum tentu kenal corak asli Kudus.

Ia ingin agar kain batik bisa dinikmati dari segi seni maupun arti filosofi di balik objek dan simbol yang tertuang.  Handoyo tidak membatasi hanya mereproduksi corak asli Indonesia. Sebab menurutnya banyak corak hasil akulturasi budaya Tionghoa maupun Eropa yang bagus-bagus. Hartono juga menaruh perhatian pada kain-kain yang melukiskan kisah pewayangan. Kain lainnya yang dipajang yaitu melukiskan tokoh pewayangan dengan cerita perkawinan Arjuna dengan 7 bidadari. Kain batik yang Ia produksi ulang sebagian menjadi koleksi pribadi dan sebagian lainnya Ia jual. Hartono mengaku banyak permintaan produksi ulang batik dari rekan sesama kolektor. 

Ia membandrol harga kain batik hasil produksi ulang Rp 3-4 juta. Butuh waktu minimal tiga bulan untuk menyelesaikan satu lembar kain batik tulis. Sebetulnya, harga Rp 3-4 juta menurut Hartono tidak sesuai untuk menilai sebuah batik tulis dengan lama pengerjaan tiga bulan. Ia menilai harga batik tulis saat ini masih terlalu murah. Apalagi ada corak kain yang butuh waktu pengerjaan sampai 6 bulan. Menurutnya, batik harus dilihat sebagai karya seorang maestro. Ia pun mengaku masih terbatas mereproduksi corak batik kuno sebab jumlah pembatiknya pun terbatas dan setiap lembar kain butuh waktu pengerjaan yang cukup lama. Pria yang gemar mengoleksi batik sejak 1980an itu mengaku punya koleksi kain batik tulis kuno mencapai ratusan lembar. 

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3034229/kolektor-batik-ini-cetak-lagi-corak-1870-an-yang-hampir-punah
Comments
Loading...