Koleksi Batik Klasik Motif Parang Cantel, Simetrisme Lereng dan Kekuatan Filosofi Batik

0 111

Koleksi Batik Klasik Motif Parang Cantel, Simetrisme Lereng dan Kekuatan Filosofi Batik

Batik ini dibuat sekitar tahun 1970-an yang masih begitu terawat dan tentu saja, penuh dengan aura klasik yang indah. Motif ini adalah pengembangan dari motif Parang karya Panembahan Senopati ketika bertapa di Laut Selatan, jadi sudah bisa dipastikan bagaimana kebesaran motif Parang yang begitu melegenda.

ETIMOLOGI

Motif Parang Cantel merupakan salah satu pengembangan motif Parang yang sudah bervariasi hinga puluhan motif. Dari semua motif parang, motif ini termasuk salah satu yang paling muda dan tidak seterkenal motif parang yang lain seperti parang Barong ataupun parang klithik.

Namun, membawa nama besar motif Parang, sudah dapat dipastikan bagaimana motif ini mampu memikat kita untuk melihat lebih jauh. Parang Cantel sendiri merupakan sebuah ungkapan bahwa moif ini berisi motif parang yang terkesan tergantung atau dalam bahasa Jawa “cementhel” yang lebih dalam diartikan bahwa kita sebagai manusia harus selalu menggantungkan hidup hanya kepada Yang Maha Kuasa.

MOTIF

Seperti yang sudah sering kita lihat, motif parang begitu terkenal dengan kekuatan besar yang muncul di dalam kesederhanaan motifnya. Sebagaimana Panembahan Senopati ketika menemukan motif ini.

Dalam motif parang cantel tidak banyak yang berubah dari pakem mottif parang dan lereng simetrrisnya. Perbedaan hanya terdapat pada variasi motif geomerisnya yang berbentuk seperti kail pancing yang memanjang dan menyusuri lerengnya.

Karena dari berbagi versi hanya motif geometris ini yang berubah, sementara pakem lereng dan pengulangan tetap kurang lebih sama, hal ini dikarenakan untuk tetap menguatkan pesona dan karakter motif parang itu sendiri yang sudah indah darri awalnya.

PEWARNAAN

Pada tahun 1970-an, mungkin belum ada pengembangan warna menggunakan bahan kimia atau mungkin bahan-bahan modern yang sekarang ini bisa mudah didapatkan. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa batik motif parang Cantel ini menggunakan pewarnaan alam, dan lebih kepada bahan seperti pohon mahoni, dilihat dari intensitas warnanya.

Sedikit berbeda dengan karakter sogan Solo atupun Jogja, mungkin lebih dikarenakan sudah memiliki usia yang lama. Tetapi satu ciri khas pewarnaan alam adalah munculnya warna biru indigo yang tertanam pada saat proses pewarnaan pertama yang menghasilkan warna kelengan atau biru tua.

FILOSOFI

Seperti motif parang lainnya, lambang kekuatann dan kebesaran seseorang yang dimunculkan dalam nama parang, maupun dalam image motifnya yang tegas dan simetris. Motif parang sebagai satu-satunya yang melambangkan bagaimana kekuatan Mataram yang mampu menjadi salah satu Kerajaan Besar dengan segala budaya dan bagaimana karakter kehidupan orang Jawa.

Motif Parang cantel ini ingin menambahkan bahwa untuk mendapatkan kekuatan dalam kehidupan, kita harus tetap cumanthel kepada kekuatan Yang Maha Besar, yaitu Tuhan. Dengan begitu kita akan selalu senantiasa diberikan kekuatan untuk memimpin diri kita sendiri serta selalu mampu menunjukkan sosok karakter manusia bijaksana yang hidup berdampingan baik dalam masyarakat, atau bahkan konteks yang lebih besar yaitu berbangsa dan bernegara.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2019/01/12/koleksi-batik-klasik-motif-parang-cantel-simetrisme-lereng-dan-kekuatan-filosofi-batik/
Comments
Loading...