Kode Etik Batik dalam Lingkup Masyarakat Tanah Jawa Zaman Dahulu

0 17

Kode Etik Batik dalam Lingkup Masyarakat Tanah Jawa Zaman Dahulu

Kain batik pada zaman dahulu menjadi satu-satunya busana yang paling berpengaruh di dalam lingkungan masyarakat yang dekat dengan lingkup keraton dan sekitarnya. Dari motif batik kita bisa menilai langsung dari golongan mana masyarakat, yang sudah diatur oleh penguasa yang bisa disebut kode batik. Pengaruh kode etik batik dalam lingkup masyarakat tanah Jawa ini memberikan pengaruh kepada kehidupan masyarakat pada zaman dahulu.

Karena pada zaman dahulu di dalam lingungan keraton mungkin masih terpengaruh oleh sistem kasta yang dibawa oleh leluhur tanah Jawa. Dan begitu juga dengan penerapan kode etik batik tesebut juga mengikuti apa yang penguasa tentukan. Terutama dalam hal motif dan warna-warna batik yang dipakai.

Sebenarnya bukan mutlak sistem kasta, tetapi lebih kepada sistem pemisahan struktur agar tidak tercampur aduk antara satu dengan yang lain. Pemagaran melalui simbolisasi dan tata cara paling jelas bentuknya pada batik-batk bermotif “larangan” yang diciptakan hanya untuk sang raja dan permaisui yang berada di lingkungan keraton Mataram dan turunannya.

Diantara motif-motif larangan itu adalah motif sawat, motif parang rusak, motif parang klithik, motif sidoluhu, motif sembagen huk, dan lain sebagainya. Motif-motif itu dilarang, dan kelancangan memakai motif itu tanpa adanya perintah dari raja akan mendapatkan hukuman tersendiri.

Tradisi istana itu dengan sendirinya menciptakan rantai kode batik di lingkungan istana, kaum ningrat, prajurit, saudagar, peranakan, hingga rakyat biasa. Lahirlah berbagai motif yang mewakili citra dari masing-masing kalangan.

Kaum saudagar di Solo yang kuat kedudukan sosialnya mulai menciptakan motif-motif baru yang dikenal dengan batik Sodagaran. Kaum Tionghoa menciptakan Batik Encim, dan begitu juga kaum ningrat juga menciptakan motif-motif batik yang dipegang dan diwariskan turun temurun sampai sekarang.

Dan sebuah keuntungan bagi kita karena sekarang kita bisa menikmati motif batik apapun untuk kita pakai dalam kehidupan sehari-hari karena aturan tersebut sudah tidak lagi diperlakukan. Meskipun mungkin dalam lingkup keraton masih bebrapa menjadi pedoman dan karakter khas keraton yang menjadi turunan Keraton Mataram.

Kode batik tersebut dahulu merupakan sarana untuk kita mengetahui, dari kalangan mana, dan bagaimana bibit, bebet, dan bobot seseorang hanya dari motif batik yang dipakai. Selain itu sebagai identitas ketika sebuah acara keraton yag digelar, dan berbagai acara adat yang menggunakan motif batik tertentu sebagai busananya.

Meskipun kode batik tersebut juga sudah lama dihapus, namun tradisi di lingkungan keraton masih banyak yang melestarikannya, dan bahkan banyak masyarakat yang masih melestarikan kode batik tersebut meskipun tidak seperti pada zaman dahulu.

Misalnya, menggunakan motif sidomukti dalam pernikahan, menggunakan motif slobokan pada pemakaman, dan lain sebaganya.

Kode batik adalah bukti bahwa dalam perjalanan sejarahnya batik-batik ini sudah lebih dulu memiliki aturan dan identitas. Dan sampai sekaang, masih, batik adalah sebuah identitas dari bangsa Indonesia, bangsa yang besar dengan budaya yang besar.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/11/13/kode-etik-batik-dalam-lingkup-masyarakat-tanah-jawa-zaman-dahulu/
Comments
Loading...