Kinasih, Eksplorasi Batik ala Eddy Betty

0 23

Kinasih, Eksplorasi Batik ala Eddy Betty

Batik menjadi salah satu jati diri Indonesia. Desainer Eddy Betty berkreasi dengan batik sehingga menghasilkan 38 busana batik dan kebaya yang dia peragakan di pekan mode Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2018. Bertajuk “Kinasih,” koleksi ini Eddy sebut sebagai nyanyian ulang kebaya dan batik dengan versi baru.

Dia mengeksplorasi berbagai bahan yang tengah menjadi tren di dunia mode internasional dan menggabungkannya dengan batik dan kebaya. Hal ini terlihat dalam desain yang diperagakan di panggung oleh perancang asal Jambi ini.

Batik disulap menjadi mini dress yang dilengkapi dengan aksesoris rambut keemasan dan trench coat plastik transparan di luarnya, menyatukan atmosfir kemewahan tradisional dan futuristik. Ada juga yang berbentuk mantel ala musim dingin berbahan batik berwarna biru yang dilapisi bahan plastik.

Eddy juga memadukan motif batik tradisional dengan gaya pakaian yang memiliki tampilan internasional seperti blousson, jumpsuit dengan pipa celana palazzo, terusan dengan rok mekar, jaket pendek, hingga tent dress. Eddy memang sengaja menabrakkan dua elemen kontras tersebut di dalam karyanya, untuk mengubah persepsi mengenai batik yang terkesan kuno dan hanya bisa digunakan untuk acara tertentu.

Bikin batik yang katanya kuno jadi aktual dan modern, biar anak-anak sekarang masih mau pakai batik. Eddy mencoba bikin batik lebih up to date dan dicampur dengan bahan-bahan internasional. Kebaya bustier yang sejak lama telah menjadi identitas karya Eddy juga kembali muncul di panggung.

Kali ini, bustier diolah dari bahan tembus pandang seperti plastik dan tulle, sesuatu yang melawan gaya konvensional dimana kebaya biasanya menggunakan brokat. Pakem kebaya vintage berpadu melahirkan gaya baru yang ringan namun subtil.

Eddy juga memecah pola kebaya sedemikian rupa, sehingga lahir bentuk baru. Kebaya disusun menjadi dress, menyerupai flapper dress ala 1920-an, dan atau diolah dengan bagian belakangnya terinspirasi dari gaun Edwardian.

Tak hanya feminim, beberapa kebaya terlihat lebih maskulin dengan kombinasi tuksedo. Beberapa terlihat berani dengan penggunaan warna merah terang. Beberapa terlihat anggun dan lembut dengan warna pastel. Beberapa terlihat seksi dengan potongan yang sensual. Beberapa terlihat lebih kemayu dengan desain yang lebih subtil.

Peragaan busananya kali ini akan bisa menjadi inspirasi bagi rancangan batik dan kebaya di masa mendatang. Dimana dunia internasional bisa melihat batik dan terkesan. Dimana anak-anak muda bisa pergi ke pesta dengan gaun malam bermotif batik.

Source https://indopos.co.id/ https://indopos.co.id/read/2018/04/30/136425/kinasih-eksplorasi-batik-ala-eddy-betty
Comments
Loading...