Kiat Merawat Batik

0 7

Kiat merawat batik

Sebagai kerajinan bernilai seni tinggi dan menjadi bagian dari budaya Indonesia, batik terus dilestarikan. Dalam dunia mode, desainer kenamaan seperti Iwan Tirta dan Danar Hadi tak lepas dari sosok-sosok kreatif yang turut melestarikan kain kebanggaan Indonesia.

Kolektor batik seperti Kartini Muljadi pun termasuk orang yang senantiasa menjaga serta mendorong minat generasi muda agar tidak melupakan batik sebagai identitas bangsa.

Pada saat peragaan busana bertajuk Heritage Culture, perancang Tina Andrean mengatakan bahwa cukup banyak orang yang mengoleksi batik, tetapi hanya disimpan di dalam lemari hingga menjadi barang antik.

Padahal, menurut ahli tekstil Luky Wijayanti, salah satu cara untuk melestarikan batik adalah dengan memakai batik.

“Selama ini orang mengoleksi batik, lalu hanya disimpan. Padahal, pakailah batik itu supaya pembudayaannya terus berjalan, agar generasi muda juga tahu batik, kata Luky saat ditemui Beritagar.id di acara peluncuran buku Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/05/2017).

“Misalnya kita sehari-hari pakai denim, kenapa enggak pakai batik juga? Memang jangan banyak dipotong, tetapi kan bisa dipakai seperti sarung, dililit,” lanjutnya.

Soal perawatan, Luky menyarankan agar batik dicuci dengan lerak yang juga dikenal dengan nama rerek atau lamuran. Lerak sendiri merupakan tumbuhan yang bagian bijinya mengandung saponin penghasil busa dan bermanfaat sebagai bahan pencuci dan pembersih kain, alat dapur, lantai, bahkan untuk hewan peliharaan.

Pada batik, pencucian menggunakan lerak akan menjaga kualitas warnanya. Luky mengatakan bahwa saat ini lerak juga sudah banyak dijual dalam kemasan botol sehingga praktis digunakan dan mudah didapatkan.

Selain lerak, Luky mengatakan bahwa batik juga bisa dibersihkan dengan menggunakan sabun cuci piring karena lebih lembut dan tidak mengandung deterjen seperti sabun untuk mencuci pakaian pada umumnya.

“Kalau hanya sekali pakai, bisa dijemur saja, diangin-anginkan. Kalau sudah kotor sekali, bisa dicuci pakai sabun untuk cuci piring,” ujar Luky.

Menurut Luky, cara untuk mencuci batik adalah mencelupkannya ke dalam wadah berisi campuran air dan sabun cuci piring atau lerak. “Hanya dicelup-celup saja, jangan dikucek, setelah itu langsung dijemur,” katanya, sambil memperagakan gerakan mencelup kain.

Untuk penyimpanan, batik bisa dilipat atau digulung, disimpan di lemari, lalu diberi akar wangi. Akar wangi merupakan sejenis rumput kering yang biasa digunakan sebagai pengharum lemari penyimpanan pakaian, keris, juga batik.

Dengan cara yang tepat, sehelai kain batik dapat lebih awet hingga bisa bertahan lama, bahkan bukan tidak mungkin bisa jadi warisan untuk generasi berikutnya.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/kiat-merawat-batik
Comments
Loading...