Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Udan Liris

0 51

Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Udan Liris

Batik motif udan liris ini juga diartikan hujan gerimis atau hujan rintik-rintik, merupakan simbol kesuburan, kesejahteraan, dan rahmat dari Tuhan. Untuk menambah keindahan motif ini biasanya diantara garis-garis tersebut dihiasi dengan motif api, yang berarti kesaktian dan ambisi. Motif setengah kawung menggambarkan sesuatu yang berguna. Motif banji sawat, melambangkan kebahagiaan dan kesuburan. Motif mlinjon, melambangkan salah satu unsur kehidupan. Motif tritis, melambangkan adanya ketabahan hati. Motif ada-ada, melambangkan adanya perkasa. Motif untu walang, melambangkan adanya kesinambungan.

Bagi orang Jawa khususnya orang desa, saat hujan rintik-rintik merupakan suasana yang berbeda dari yang biasanya. Warga memanfaatkan momen ini untuk kumpul-kumpul keluarga, tetangga, berbincang-bincang membahas kehidupan. Setiap kali berkumpul pasti ada sesuatu yang baru yaitu mencul inisiatif, dan lain sebagainya.

Di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, dulunya batik ini termasuk ke dalam batik larangan. Motif ini termasuk yang hanya diperkenankan dipakai oleh keluarga kerajaan. Namun dengan berjalannya waktu, motif ini bisa dipakai oleh siapa saja. Batik motif udan liris tercipta pada peristiwa di saat Pakubuwono III menjalani Laku Teteki, yang disebut juga ibadah mati raga. Salah satunya dengan menjalani laku kungkum atau berendam di sungai Premulung. Sungai tersebut ada di desa Laweyan dan sungai tersebut mengalir dekat makam leluhurnya yaitu Kyai Ageng Henis. Pada saat itu tiba-tiba hujan gerimis dan angin bertiup, suasana inilah yang mengilhami Pakubuwono menciptakan batik motif udan liris. Motif udan liris tercipta pada saat pertengahan abad XVIII.

Motif udan liris mengandung makna ketabahan dan harus tahan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas. Orang yang berumah tangga, apalagi pengantin baru, harus berani dan mau hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan. Ibaratnya tertimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama.

Pasangan suami atau istri merupakan bagian hidup di dalam rumah tangga. Jika salah satu menghadapi masalah, maka pasangannya harus ikut membantu menyelesaikan, bukan justru menambahi masalah. Misalkan, bila suami sedang mendapat cobaan tergoda oleh perempuan lain, maka sang istri harus bisa bijak mencari solusi dan mencari penyelesaian permasalahan. Begitu pula sebaliknya, jika sang istri mendapat godaan dari lelaki lain, tentu suami harus bersikap arif tanpa harus menaruh curiga yang berlebihan sebelum ditemukan bukti.

Di Pekalongan, batik motif udan liris merupakan salah satu motif busana daerah Wonopringgo. Batik motif udan liris mengajarkan kepada generasi penerus bangsa untuk tetap istiqomah dalam menjalankan ikhtiar mencari rejeki. Halangan dan rintangan bukan menjadi kendala, tetapi justru sebaliknya bisa menjadikan pemicu untuk mencapai hasil yang jauh lebih baik.

Dalam hal ini motif batik udan liris juga bisa diartikan sebagai pengharapan agar si pemakai dapat selamat sejahtera, tabah, berprakarsa dalam menunaikan kewajiban demi kepentingan nusa dan bangsa.

Source https://fitinline.com/ https://fitinline.com/article/read/keunikan-makna-filosofi-batik-klasik-motif-udan-liris/
Comments
Loading...