Filosofi Batik Klasik : Motif Sido Luhur

0 779

Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Sido Luhur

Motif yang ditorehkan pada selembar kain batik selalu mempunyai makna tersembunyi. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Kali ini kami akan sajikan mengenai keunikan makna batik klasik yaitu motif Sido Luhur.

Mitos

Terdapat mitos dalam penciptaan motif batik Sido Luhur yang menuntut pencipta awalnya untuk menahan nafas berlama-lama. Motif Sido Luhur diciptakan Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati pendiri Mataram Jawa, serta cucu dari Ki Ageng Selo. Konon motif Sido Luhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis untuk anak keturunannya. Harapannya agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.

Menurut seorang pengamat budaya dari Jawa, Winarso Kalinggo, motif itu kemudian dimanifestasikan ke selembar kain (dicanting) oleh Nyi Ageng Henis. Nyi Ageng sendiri adalah seorang yang mempunyai kesaktian. Mitosnya, Nyi Ageng selalu megeng (menahan) nafas dalam mencanting sampai habisnya lilin dalam canting tersebut. Hal itu dimaksudkan agar konsentrasi terjaga dan seluruh doa dan harapan dapat tercurah secara penuh ke kain batik tersebut. Secara umum proses penciptaan batik masih sama seperti jaman dulu. Laki-laki membuat motif, yang wanita mencanting.

Motif Batik Sido Luhur

Motif batik Sido Luhur merupakan jenis batik keraton yang berasal dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta. Di Keraton Surakarta, biasanya motif Sido Luhur dikenakan oleh temanten putri pada malam pengantin. Batik motif Sido Luhur memiliki filosofi keluhuran. Bagi orang Jawa, hidup memang untuk mencari keluhuran materi dan non materi. Keluhuran materi artinya bisa tercukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat, maupun profesinya. Sementara keluhuran budi, ucapan, dan tindakan adalah bentuk keluhuran non materi. Orang Jawa sangat berharap hidupnya kelak dapat mencapai hidup yang penuh dengan nilai keluhuran. Motif Sido Luhur juga bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

Motif Lain Batik Sido Luhur

Adapula jenis batik motif Bledak Sidoluhur latar putih yang memiliki kegunaan untuk upacara mitoni (upacara masa 7 bulan bagi pengantin putri saat hamil pertama kali). Batik ini memiliki filosofi agar yang menggunakan selalu dalam keadaan gembira. Batik motif Sido Luhur juga ada yang yang dikenakan pada saat acara mitoni yaitu memiliki makna agar bayi yang akan lahir akan memiliki sifat berbudi pekerti luhur dan sopan santun. Filosofi makna di balik motif batik Sido Luhur juga berarti berhasil mengembangkan, menyempurnakan diri menjadi manusia yang berbudi luhur yang senantiasa berdoa, mengingat dan bersyukur kepadaNya. Motif ini adalah motif yang dikenakan oleh pengantin saat pernikahan. Motif ini berasal dari Keraton Yogyakarta.

Source Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Sido Luhur Filosofi
Comments
Loading...