Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Semen Romo

0 356

Motif Semen Romo

Motif Semen memiliki makna sebagai penggambaran dari kehidupan yang semi (kehidupan yang berkembang atau makmur). Kata “Semen” sendiri berasal dari kata semi yang memiliki arti tumbuhnya bagian dari tanaman. Dengan demikian pada motif Semen Romo selalu terdapat ornamen yang menggambarkan tumbuhan atau tanaman. Ada juga yang mengaitkan kalau motif ini ada hubungannya dengan cerita Ramayana.

Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif semen. Ornamen yang pertama berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Ornamen yang kedua berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan untuk ornamen ketiga berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Jenis ornamen tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia yaitu dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar atau dipenuhi angkara murka. Pada bagian cerita Ramayana yang terkenal adalah ajaran atau paham “Hastha Brata”, artinya ajaran keutamaan melalui delapan jalan.

Batik dengan motif Semen Romo harus memiliki sembilan unsur pokok. Diantaranya, Ornamen Meru, melambangkan tanah atau bumi, atau gunung tempat para dewa. Ornamen Lidah Api, melambangkan api, agni, geni atau dewa api, Batara Brahma, lambang yang sakti. Lidah api digambarkan juga sebagai cemukiran. Ornamen Baito, atau kapal laut, barang yang bergerak di pada air, atau dilambangkan dengan binatang yang hidup di air seperti katak dan siput. Ornamen Burung, lambang dunia atas atau udara. Ornamen Garuda atau Rajawali, lambang dari matahari dan tata surya. Ornamen Pusaka, atau pusaka keraton dilambangkan dengan tombak. Pusaka itu mempunyai makna semacam daru atau wahyu yaitu semacam cahaya gemerlapan, lambang kegembiraan dan ketenangan. Ornamen Dampar atau Takhta atau Singgasana, lambang dari kekuasaan, kekuasaan yang adil dan pelindung rakyat. Takhta adalah tempat duduk raja. Raja atau kekuasaan sakti itu kadang-kadang dilambangkan dengan mahkota. Ornamen Binatang, binatang yang hidup di darat beberapa diantaranya dianggap binatang yang keramat seperti sapi dan banteng.

Pada paham triloka terdapat binatang darat yang melambangkan dunia tengah atau arcapada, madyapada. Binatang dianggap juga sebagai penjelmaan dewa Wisnu. Ornamen Pohon Hayat, melambangkan dunia tengah. Dalam seni wayang kulit, Pohon Hayat digambarkan dengan bentuk gunungan. Bila ditinjau dengan watak-watak dalam ajaran Hastha Brata yang berarti wejangan keutamaan Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan jadi raja di negara Ngalengka. Jadi ajaran Astha Brata itu ditujukan kepada seorang raja atau pemimpin rakyat, yaitu orang yang memegang kekuasaan. Penobatan raja dalam motif Semen Romo, mungkin dilambangkan dengan ornamen Dampar atau Takhta, yaitu lambang kekuasaan. Watak-watak atau brata yang diajarkan oleh Sang Rama yaitu, Enda-Brata, bersifat darma, pemberi kemakmuran dan pelindung dunia dengan pemberi hujan, memelihara kehidupan dunia. Yama-brata, menghukum yang bersalah dengan memelihara keadilan. Dalam motif Rama dapat disimbolkan dengan awan dan mega mendung.

Surya-brata, atau watak matahari, yaitu mempunyai sifat tabah. Sasi-brata, atau watak Candra, bersifat menggembirakan dunia dan memberi hadiah kepada yang berjasa. Bayu-brata, atau anila brata, yaitu watak luhur yang tidak nampak karena tidak ditonjol-tonjolkan. Angin atau dunia atas dilambangkan dengan ornamen burung. Dhanaba-brata atau Kuwera-brata, ialah berwatak sentosa dan berusaha memberikan kemakmuran (sandang pangan) kepada bawahannya. Pasa-brata atau Baruna-brata, ialah wataknya dewa air bersenjatakan Nagapasa yang sangat berbisa. Dewa laut mempunyai hati yang lapang seperti lautan tetapi berbahaya bagi yang mengabaikan. Dewa laut itu dilambangkan dengan bentuk kapal. Agni-brata, yaitu watak dewa api, yaitu kesaktian untuk memberantas musuh. Api dilambangkan dengan lidah api, bentuk ornamen seperti cemukiran atau modang. Subyek Astha-brata, yaitu raja dilambangkan dengan Dampar.

Motif Semen Romo mengandung makna mengenai ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat. Ada juga jenia motif Semen Romo Sawat Gurdo Cantel yang biasan dikenakan saat upacara tujuh bulan dan acara peta pernikahan. Tujuan pemakaian batik ini agar si pemakai terlihat berwibawa dan selalu mendapatkan berkah Tuhan.

Source Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Semen Romo Filosofi
Comments
Loading...