Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Ciptoning

0 573

Motif Ciptoning

Batik motif Ciptoning berasal dari daerah Yogyakarta, namun daerah lainnya banyak yang memproduksi dengan pengembangan motif dan warnanya yang pasti berbeda. Motif Ciptoning termasuk dalam motif dengan pola ceplok (bentuk geometris yang diulang dan saling berhubungan). Motif ini menceritakan tentang Arjuna yang mesu diri, manembah, dan manekung sehingga berhasil mengalahkan segala godaan dan hawa nafsu jahat dan menjadi Begawan Ciptoning Mintaraga.

Dengan harapan bagi orang yang mengenakan motif batik ini dapat meneladaninya. Dahulu kain motif ini dikenakan oleh para ksatria. Batik motif Ciptoning tersusun dari beberapa motif yaitu motif wayang, motif parang, motif gurda, motif burung, isen-isen, yang kesemuanya dipadukan menjadi satu kesatuan motif yang cantik dan menarik. Dulunya kain batik motif Ciptoning dimanfaatkan sebagai kain panjang pada acara resmi, namun saat ini digunakan untuk kemeja ataupun dress pada acara formal maupun non formal.

Motif Ciptoning merupakan salah satu motif klasik yang sampai saat ini masih digandrungi banyak orang. Batik motif Ciptoning biasanya dipakai oleh orang yang dituakan maupun pemimpin. Dengan memakai motif ini, pemakainya diharapkan menjadi orang bijak dan mampu memberi petunjuk jalan yang benar pada orang lain yang dipimpinnya sesuai dengan Yang Maha Kuasa. Makna filosofis dibalik motif ini sebenarnya bukan hanya untuk pemimpin, tetapi juga untuk setiap orang agar mampu memimpin (menempatkan) dirinya sendiri di tengah masyarakatnya.

Source Keunikan Makna Filosofi Batik Klasik: Motif Ciptoning Filosofi
Comments
Loading...