infobatik.id

Kenalkan 11 Motif Batik melalui ”Jembrengan”

0 28

Komunitas Diajeng menggelar peragaan busana dalam kegiatan Jembrengan saat perhelatan Suara Merdeka Community Award (SMCA) 2018, Jumat (11/5). Para anggota Komunitas Diajeng mengenakan kebaya, dan berjalan bak model di panggung SMCA sekaligus memperkenalkan beragam motif batik dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sebanyak 11 motif kain batik diperkenalkan satu per satu. Motif batik yang diperkenalkan di antaranya batik sogan Solo, parang, flora dan fauna grobogan, latoh lasem, encim Pekalongan, mega mendung Cirebon, motif Madura, batik Siwarak Gunungpati, motif kopi pecah Banyumas, motif ombak banyu kelengan, dan batik kontemporer karya Komunitas Diajeng. Sebagai komunitas yang mengangkat budaya asli Indonesia, Diajeng tidak hanya mengajak masyarakat mengenakan kebaya dan batik kemudian diekspose, lantaran kami juga memproduksi batik. Produk batik karya kami sudah lolos sertifikasi.

Ditambahkan, motif batik karya Komunitas Diajeng bermotif semarangan, dengan motif khas godhong asem, burung blekok, dan logo tugumuda. Adapun, melalui penampilan Jembrengan yang ditampilkan, Komunitas Diajeng berupaya mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda, untuk memahami bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat kaya.

Hal itu terdapat pada beragam motif kain batik yang dimiliki Indonesia. “Kami berupaya menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk belajar memahami dan mencintai kembali budaya Indonesia.

Zaman dahulu, batik dikerjakan dengan pakem yang kuat dan kental, tetapi sekarang perkembangan batik mengarah ke kontemporer dengan pewarnaan yang lebih berani. Selain itu, pengerjaannya juga lebih beragam,” papar perempuan yang akrab disapa Maya itu di auditorium Imam Bardjo Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Kebaya merupakan identitas negara dan daerah. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan, memiliki ciri khas masing-masing yang dapat menjadi pengenal bagi masyarakat luar. “Misalnya di Bali, pendatang pasti langsung mengenali seseorang itu dari Bali karena pakaian adat yang mereka kenakan. Semarang juga memiliki busana adat yang memiliki ciri khas, kenapa kita tidak bisa seperti Bali.

Kami memiliki SDM, silakan jika pemkot ingin bersinergi. Kami komunitas nirlaba, sama sekali tidak mengambil keuntungan dari berbagai kegiatan kami. Kami melakukan gerakan demikian karena kecintaan kami terhadap kebudayaan Indonesia,” ujar dia.

Jembrengan memiliki arti etimologi membentangkan kain. Adapun makna strategisnya bagi komunitas yang berdiri pada 15 November 2016 itu merupakan salah satu media atau sarana untuk mengedukasi masyarakat awam yang belum mengenal batik. Selain itu, generasi muda yang belum paham, bisa mengetahui seluk beluk batik. Belum banyak yang mengetahui bahwa di setiap goresan motif batik ada filosofinya.

Source https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/84492/kenalkan-11-motif-batik-melalui-jembrengan www.suaramerdeka.com
Comments
Loading...