Kenali 9 Ragam Motif Batik & Penggunaannya

0 8

Kenali 9 Ragam Motif Batik & Penggunaannya

Sudah kebiasaan bagi orang Indonesia, mengenakan batik di momen-momen tertentu. Momen paling banyak di mana orang pakai batik adalah saat menghadiri resepsi pernikahan dan acara formal lainnya. Selain itu, jika kantor mereka mewajibkan penggunaan batik di hari tertentu. Namun, sudah tahukah kamu akan motif batik dan maknanya? Sebelum salah beli, ayo kita simak lebih lagi!

1. Batik sido wirasat adalah batik yang sarat akan nasehat orang tua. Karena itu, batik ini dipakai mempelai untuk pernikahan

Sido Wirasat adalah motif batik sarat makna karena berisi nasehat orang tua dalam memasuki bahtera hidup rumah tangga. Motif ini biasanya bersanding dengan motif truntum.

2. Motif truntum adalah perlambang cinta tak terbatas dan tak berkesudahan. Batik ini biasa dipakai orang tua saat pernikahan anaknya

Motif batik truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, istri Sunan Pakubuwana III. Motif ini adalah simbol cinta abadi. Kain ini biasa dipakai orang tua pengantin pada acara pernikahan dengan harapan cinta kedua orangtua dilanjutkan pada keluarga anaknya.

3. Motif sido mulyo adalah motif batik yang dipakai mempelai wanita dan pria saat menikah. Filosofinya agar keduanya hidup bahagia

Motif sido mulyo digunakan oleh kedua mempelai saat pernikahan. Makna dari motif tersebut adalah harapan kedua mempelai hidup bahagia, sejahtera, mulia, dan berlimpah rejeki.

4. Salah satu motif yang dikenakan orang tua pengantin adalah batik grompol. Tak hanya lambang doa baik, juga harapan agar anak tidak melupakan orang tua

Kata “grompol” artinya adalah bersatu. Itulah kenapa motif ini dipakai orang tua pengantin saat pernikahan. Motif ini perlambang harapan agar rezeki dan kebahagiaan akan menyatu bagi pasangan pengantin. Motif ini juga menggambarkan agar pasangan pengantin tidak melupakan orang tuanya sejauh apapun mereka pergi.

5. Motif sido asih digunakan untuk mempelai wanita saat malam pesta pernikahan dan melambangkan cinta kasih

Kata “sido asih” berarti menjadi kasih. Motif ini dipakai mempelai wanita pada malam pesta pernikahan dengan filosofi kehidupan rumah tangga senantiasa penuh cinta kasih.

6. Melihat peruntukannya, batik parang bukan untuk pernikahan. Penggunaan motif ini lebih tepat untuk upacara yang bersifat kepemimpinan

Dahulu, motif batik parang hanya boleh digunakan oleh raja dan keluarganya. Motif ini sebenarnya digunakan untuk acara atau upacara-upacara yang bersifat kepemimpinan.

7. Motif batik tumpal biasanya bisa dilihat di tepian kain. Fungsinya sebagai estetik atau pelengkap pada kain

Motif batik tumpal dapat ditandai dengan bentuk segitiga sama kaki. Di dalam segitiganya, biasanya ada gambar bunga. Motif seperti ini sebagai pelengkap seni pada pinggiran selendang atau jarik.

8. Motif batik meru kerap digunakan pada pengantin wanita Yogyakarta, khususnya pada motif paesnya

Konon, nama batik ini berasal dari kata “Mahameru” yang digambarkan sebagai gunung tempat Tri Murti tinggal. Ia adalah lambang kehidupan, kemakmuran, dan kebahagiaan hidup.

9. Sido mukti adalah motif yang digunakan untuk kedua mempelai agar mencapai kemakmuran

Tak cuma oleh mempelai wanita, mempelai pria juga mengenakan batik bermotif ini. Filosofi yang ingin digambarkan lewat liuk-liuk motifnya adalah agar pasangan pengantin mencapai kemakmuran dan bermasa depan cerah.

Kalau diamati, memang beberapa motif batik di atas sudah banyak beredar untuk penggunaan baju-baju kasual. Namun jika memang tujuanmu untuk acara adat atau pernikahan dirimu sendiri, lebih aman untuk mengikuti pakem. Meskipun tidak ada resiko melanggarnya, toh filosofi dan harapan yang disimbolkan sakral dan positif.

Source https://www.idntimes.com/ https://www.idntimes.com/life/women/vita/mengenal-kain-batik-dan-penggunaannya/full
Comments
Loading...