Kembalikan Pamor Batik Semarang

0 160

Kembalikan Pamor Batik Semarang

Kejayaan yang terjadi pada Batik Semarang di dunia perbatikan yang sempat memudar mulai terengkuh kembali. Kemauan menjadi modal kuat untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi batik asli Semarang. Masa keemasan Batik Semarang dimulai dari Kampung Batik Semarang, sebelum akhirnya dibakar dalam masa pendudukan Jepang tahun 1942. Kejadian tersebut berhasil melumpuhkan aktivitas membatik perajin lokal. Usaha untuk menghidupkan Kampung Batik Semarang pernah dirintis pada awal tahun 1980. Tetapi mengalami kegagalan dan kembali tenggelam. Hingga akhirnya, Kampung Batik Semarang mulai bangkit lagi di tahun 2006 yang dirintis Dewan Kerajinan Daerah( Dekranasda) Kota Semarang. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kampung Batik Semarang giat menyosialisasikan Batik Semarang.

Suasana perkampungan batik memang tidak begitu terasa kental. Namun begitu, Anda bisa pula belajar membatik maupun sejarah batik. Balai desa sebagai pusat ‘jujugan’ wisatawan untuk mencari batik sebagai oleh-oleh, pun jauh dari representatif. Ruangannya tidak besar dan kondisi berantakan karena menampung lembaran kain batik dari puluhan perajin yang siap dijual. Secara fisik, atap ruangan seringkali bocor saat hujan dan bangunan belum cukup tinggi sehingga memudahkan air masuk ketika hujan deras dan rob melanda. Beberapa instansi terkait sudah digandeng untuk membantu biaya revitalisasi. Namun demikian, baru dari kalangan akademisi yang merespon ide tersebut. Fasilitas dari Pemkot meliputi kelengkapan sarana dan prasarana membatik seperti canting dan kain dinilai oleh perajin sangat membantu sebagai modal awal.

Motif-motif batik Semarang masih terbatas sehingga berdampak terhadap tamu yang hendak membeli tidak mempunyai banyak pilihan. Motif-motif yang sudah akrab seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Blekok dan Asem. Masih diperlukan eksplorasi lebih dalam karena batik Semarang sangat cantik dan menarik saat dikenakan. Mengangkat pamor Batik Semarang memang diperlukan kerja keras. Kampanye untuk menggunakan Batik Semarang harus terus digalakkan. Imbauan untuk penggunaan Batik Semarang di lingkup PNS Kota Semarang setiap Jumat pun disambut positif oleh para perajin. Sejatinya, keindahan Batik Semarang tidak kalah dibandingkan dengan kota-kota penghasil batik seperti Pekalongan, Solo, Lasem, Madura maupun kota lain. Hanya, semua pihak harus bekerjasama untuk menggairahkan kembali Batik Semarang.

Source https://ekbis.sindonews.com/ https://ekbis.sindonews.com/read/547626/36/kembalikan-pamor-batik-semarang-1324955223
Comments
Loading...