Kelompok Batik Tulis Srikandi

0 147

Kelompok Batik Tulis Srikandi

Sebelum terbentuk Kelompok Batik Tulis Srikandi, perajin yang tergabung dalam kelompok ini awalnya bekerja sebagai buruh batik. Keterampilan membatik mereka peroleh sejak kecil, karena orang tua mereka juga sebagai perajin batik. Sehingga mereka belajar dari orang tua mereka mengenai proses membatik. Para buruh batik pada waktu itu hanya membatik klowong, setelah itu disetorkan kepada unit produksi batik yang ada di Pajimatan untuk diwarna.

Pada tahun 1970 pengusaha batik (R. Ngt. Jogo Pertiwi) di Dusun Pajimatan sering mendapat pesanan dari kraton Yogyakarta, sehingga proses pembatikannya dikerjakan oleh para buruh batik tersebut untuk dikerjakan dirumah. Setelah selesai, disetorkan untuk diproses lebih lanjut di tempat R. Ngt. Jogo Pertiwi. Pada waktu tersebut, motif-motif yang diproduksi merupakan motifmotif tradisional. Apabila tidak ada pesanan, para buruh batik membuat batik dengan modal sendiri, kemudian dijual di tempat R. Ngt. Jogo Pertiwi.

Tahap pembuatanya pun hanya sampai pada proses pemalaman, karena kebanyakan dari buruh batik belum bisa mewarna sesuai dengan proses pewarnaan yang benar. Kegiatan para buruh batik ini berlangsung sampai sekarang. Namun setelah peristiwa gempa tahun 2006, perajin batik khususnya para buruh batik di Dusun Pajimatan mendapatkan sorotan JHS (Jogja Heritage Society) untuk diberikan motivasi dan pelatihan dalam memproduksi batik mulai dari proses mencanting sampai selesai.

Perajin mendapatkan pendampingan kurang lebih selama tiga bulan. Pendampingan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat perajin batik dalam mengembangkan usahanya. Pelatihannya tidak berhenti pada tahap pembuatan batik saja, melainkan perajin juga mendapatkan pelatihan untuk membuat produk-produk baru seperti, sajadah, syal, slayer, sarung bantal kursi, dompet, tas, dan pakaian, baik pakaian untuk wanita maupun pakaian untuk pria. Dari program pelatihan batik tersebut, akhirnya dibentuk beberapa kelompok, salah satunya Kelompok Batik Tulis Srikandi.

Kelompok Batik Tulis Srikandi terbentuk tahun 2006 setelah gempa melanda kawasan Bantul dan sekitarnya. Namun peresmiannya baru awal 2009. Kelompok ini mempunyai 16 anggota perajin batik. Kelompok Batik Tulis Srikandi mendapatkan modal usaha sebanyak empat juta rupiah untuk mendirikan show room batik dan menjalankan usaha dalam hal ini memproduksi batik baik berupa kain maupun produk untuk keperluan sehari-hari. Setiap bulan kelompok ini juga masih mengadakan pertemuan untuk evaluasi, arisan, dan simpan pinjam. Dalam proses pengerjaan produk, perajin sudah mendapatkan bagian sendiri-sendiri sesuai dengan bidang masing-masing seperti, mendesain, mencanting, mewarna, melorod, memola, dan menjahit.

Kelompok ini mempunyai show room batik yang digunakan untuk memasarkan hasil kerajinan batik. Letak show room Kelompok Batik Tulis Srikandi ini, berdekatan dengan terminal Imogiri sehingga saat ada wisatawan yang berkunjung ke makam dapat langsung melihat hasil produksi batik tulis di kelompok ini. Selain itu, perajin juga sering mengikuti berbagai acara pameran. Pameran yang pernah diikuti yaitu pameran tekstil di Thamrin City Jakarta dan di Jogja Exspo Center Yogyakarta. Di tempat ini juga sering menerima pesanan baik dari pelanggan mulai dari acara hajatan, seragam maupun untuk keperluan pribadi. Disamping memproduksi batik tradisonal, perajin juga mengembangkan motif-motif tradisional tersebut kedalam batik modern.

Source http://eprints.uny.ac.id/27622/1/Nita%20Wulandari%2C%2007207241009.pdf
Comments
Loading...