Kelompok Batik di Pamekasan dan Sumenep

0 172

Kelompok Batik di Pamekasan dan Sumenep

Sejumlah anak muda mulai menciptakan pasar baru untuk Batik Madura. Ada kelompok pembatik yang ada di Dusun Podhek, Kecamatan Rang Parang Daya, Pamekasan, dan juga kelompok pembatik Canteng Koneng di Kecamatan Kota Sumenep, Sumenep, yang berhasil menghadirkan cita rasa baru usaha Batik Madura.

Ciri khas yang ditonjolkan pada Batik Podhek antara lain menghadirkan desain menarik hasil reproduksi pola yang pernah ada atau modifikasi pola, kehalusan pencantingan motif, hingga pewarnaan yang apik. Jika umumnya pewarnaan batik dilakukan tiga hingga lima kali pencelupan, pewarnaan batik podhek mencapai delapan kali pencelupan. Mereka memadukan warna alam dengan kimia dan perlakuan khusus sehingga warna yang dihasilkan mengeluarkan gradasi unik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Canteng Koneng mengembangkan kelompok pembatik yang membina perajin untuk memproduksi batik tulis halus dengan kualitas prima. Berbeda dengan podhek yang mengedepankan teknik pewarnaan, canteng koneng menitikberatkan kekhasan batiknya pada kreasi desain tanpa meninggalkan motif khas Sumenep.

Produksi batik yang dihasilkan oleh kelompok podhek dan canteng koneng banyak diserap oleh kalangan atas. Kemunculan produk batik kelas atas tersebut merupakan respons atas citra batik madura yang kerap dianggap berkualitas rendah dan murah. Meskipun bisa terjual dengan harga jutaan hingga puluhan juta rupiah, cita-cita untuk sejahtera bersama menjadi tujuan utama anggota kedua komunitas.

Bermula dari kelompok belajar mendesain motif batik, kini hampir seluruh penduduk Podhek berkecimpung di pembatikan. Hadi merupakan salah satu pendesain di Podhek yang juga menjadi motor penggerak pembatik di dusun tersebut, mengungkapkan, batik yang diproduksi bersama oleh masyarakat setempat mampu mengangkat kesejahteraan para pembatik.

Semua yang terlibat dalam rantai produksi batik mendapat insentif layak. Oleh karena harga selembar kain batik halus produksi Podhek terus meningkat, dari Rp 500.000 hingga yang termahal Rp 17 juta, insentif yang diperoleh para pembatik pun semakin tinggi. Hadi kini menginisiasi pembelajaran membatik bagi anak-anak di Podhek. Mereka membentuk kelas khusus bagi anak-anak agar pengetahuan dan keterampilan membatik dapat terbentuk sejak dini. Inilah bentuk nyata regenerasi yang berlangsung di Podhek.

Canteng Koneng juga memiliki semangat yang sama dalam menghidupkan kembali industri batik di Sumenep. Didik Haryanto penggagas kelompok pembatik ini, optimistis dapat merangkul perajin batik lokal untuk menaikkan pamor batik sumenep. Gagasan yang ditawarkan adalah membuat batik yang sesuai dengan keinginan pasar ke depan tanpa meninggalkan motif khas Sumenep. Dengan keterampilan membatik yang berkualitas baik, awalnya Didik membentuk sepuluh titik komunitas batik di Sumenep dan menularkan teknik membatik yang dapat memproduksi batik tulis halus dengan motif dan warna menarik. Didik bertekad memajukan batik sumenep tak hanya secara kultural, tetapi juga memberdayakan pembatik yang selama ini kurang sejahtera. Ia kini dapat memberikan pekerjaan rutin kepada setidaknya 200 perajin.

Kesamaan antara Podhek dan Canteng Koneng adalah pada semangat meningkatkan harkat Batik Madura sekaligus memperbaiki kesejahteraan para perajin. Hasil yang telah disuguhkan generasi muda ini menjadi cermin bahwa sesungguhnya masa depan batik madura masih sangat cemerlang.

Source Kelompok Batik di Pamekasan dan Sumenep Batik
Comments
Loading...