Kebumen Kembangkan Batik Motif Baru Watu Wilah

0 22

Kebumen Kembangkan Batik Motif Baru Watu Wilah

Kabupaten Kebumen mulai mengembangkan motif batik terbarunya yaitu watu wilah yang diambil dari istilah batu yang dibelah. “Kebumen memiliki khas batu akik, ketika dibelah batunya menjadi kecil-kecil, jadi kami terinspirasi motif batik dari situ, makanya kami beri nama watu wilah,” kata salah satu pemilik batik Kebumen Muhtadin. Batik dengan Motif Watu Wilah memiliki warna dasar hitam kecokelatan yang diberi corak seperti batu putih yang dibelah kecil-kecil. Selain itu, juga dikolaborasikan dengan warna-warna khas Kebumen sehingga terlihat indah.

Batik Watu Wilah khas Kebumen dijual dengan harga Rp. 500 ribu/lembar. Untuk satu lembar batik ukurannya panjang 2,40 meter dan lebar 1,15 meter, sedangkan untuk kain sarung lebarnya lebih besar 30 cm dari batik kain. Selain menjual motif terbaru watu wilah, ia juga menjual beberapa motif khas Kebumen lainnya seperti motif Sekar Jagad dan motif Srikit. Untuk harga paling mahal batik khas Kebumen yaitu batik motif Sekar Jagad dengan harga Rp. 1 juta/lembar, karena motif ini paling rumit dan paling lama proses pembuatannya.

Mahalnya harga batik tersebut karena proses pembuatan yang cukup sulit. Untuk batik dengan kualitas tinggi membutuhkan proses pencelupan hingga empat kali dan proses pelorotan dua kali. Proses pelorotan yaitu kain direbus hingga lilin yang melekat di kain akan terangkat di permukaan air yang panas. Setelah kain diangkat dari perebusan akan nampak dua warna, yaitu warna dasar dari kain katun yang tadinya tertutup lilin dan warna dari hasil proses pencelupan.

Selain batik tulis, batik cap yang dijual oleh Muhtadin juga memiliki banyak variasi dari kisaran harga Rp. 150 ribu sampai Rp. 250 ribu/lembar. Untuk peminat Batik Kebumen sendiri mulai dari masyarakat lokal hingga luar daerah di antaranya dari Yogyakarta dan Jakarta.

Source https://lintaskebumen.wordpress.com/ https://lintaskebumen.wordpress.com/2015/08/23/kebumen-kembangkan-batik-motif-baru-watu-wilah/
Comments
Loading...