Kebangkitan Batik Ciamisan

0 23

Kebangkitan Batik Ciamisan

Keputusan UNESCO yang telah menetapkan batik sebagai hak warisan budaya Indonesia merupakan penyemangat luar biasa bagi pengurus Koperasi Rukun Batik Ciamis untuk membangunkan kembali tradisi Batik Ciamisan yang sempat terlelap 30-an tahun, salah satunya adalah dengan mendirikan sanggar pelatihan batik. Apalagi keputusan UNESCO kemudian diikuti semangat kebanggaan memakai batik. Kantor-kantor dinas, swasta, BUMN/BUMD karyawannya ramai-ramai memakai baju batik pada hari tertentu yang sudah dijadwalkan. Bahkan, Bupati Ciamis H. Engkon Komara mengimbau para PNS di berbagai dinas/jawatan lingkup Pemkab. Ciamis untuk menggunakan baju batik Ciamisan setiap hari Kamis dan Jumat.

Sanggar pelatihan batik yang bangunannya berupa saung khas Sunda di pekarangan pabrik di Komplek Koperasi Rukun Batik Ciamis dan berada di antara kesejukan hamparan pohon jati dan pohon pepaya di pekarangan yang luas, telah memulai melakukan aktivitasnya. Pada awalnya mereka melatih warga dan anak-anak sekolah (generasi muda) Ciamis yang ingin belajar membatik dengan tujuan agar batik Ciamisan bisa lebih dikenal oleh warga Ciamis maupun luar kota.

Kemudian tanpa meninggalkan misi tersebut, mereka pun kini memproduksi Batik Tulis Ciamisan kembali, seperti para pengrajin batik lainnya di Ciamis, dengan mempekerjakan sedikitnya dua puluh orang pekerja.  Kain batiknya mereka pasarkan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Keberadaan sanggar batik ini menurut Toha, telah membuat sejumlah pegiat batik Ciamisan tempo dulu turun gunung.

Seperti tukang tulis batik (penyerat), tukang cap, mandor godog, dan juru warna. H. Oong sebagai ahli pewarnapun turun gunung untuk berbagi ilmu. Para pebatik dulu yang kembali berkiprah di perbatikan, menghidupkan kembali motif-motif lama Batik Ciamisan. Pada tahun 2010 baru tiga motif lama yang kembali diperkenalkan, yaitu motif parang sontak, galuh pakuan, dan suliga adumanis.

Source http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/viewFile/158/110
Comments
Loading...