Kayanya Motif Batik Sumatera Barat

0 223

Kayanya Motif Batik Sumatera Barat

Batik sangat lekat dengan masyarakat yang berada di Pulau Jawa. Namun sejak awal tahun 2000-an, Batik mulai berkembang ke daerah-daerah lain. Banyak daerah yang ingin mengembangkan batikd engan cita rasanya masing-masing, tentu dengan motif yang terinspirasi dari ornamen asli daerah asal. Salah satunya adalah Sumatera Barat.

Nevi Zuairina, Istri Gubernur Sumatera Barat mengatakan, Batik Minang mulai digemari karena motifnya yang unik. Saat ini terdapat 11 motif yang sudah berhasil dikembangkan menjadi Batik khas Sumatera Barat. Pertama, motif Tantadu Manyasok Bungo Jo Buah Nibuang (ulat tantadu mengisap bunga dengan buah nibuang). Motif ini memiliki makna filosofis kemakmuran dan keindahan dalam kehidupan.

Motif kedua adalah motif yang diberi nama Paruah Enggang, atau paruh burung Enggang yang kokoh, indah, dan anggun. Ketiga, Motif Sikambang Manih (bunga yang indah). Motif ini menggambarkan anak perempuan yang sudah berumur 15 tahun lebih itu seperti bunga yang sedang mengembang.

Empat, Kaluak Pakukacang Balimbing. Motif ini mengandung makna filosofi tanggung jawab seorang laki-laki di Minangkabau. Kelima, Motif Bungo Duo Tangkai Jo Buah Pinang-Pinang. Motif ini mengangkat dua ciptaan Tuhan yang berpasangan, seiring dan sejalan.

Enam, Motif Daun Bodi yang melambangkan akhlak dan budi pekerti. Tujuh, motif daun Puluik-Puluik, bermakna kesuburan, pendirian yang kuat, hidup subur, indah, dan makmur. Delapan, Sirih Gadang. Diilhami dari bentuk daun sirih, baik yang bertangkai, maupun yang disusun di carano.

Sembilan, Motif Bada Mudiak, atau ikan beriringan ke hulu. Terinspirasi dari ikan yang beriringan ke hulu, searah, tiada yang mendului. Sepuluh, Motif Ukir Pucuak Rabuang. Motif ini biasa digunakan sebagai ukiran rumah gadang. Motif terakhir adalah motif yang dinamakan Buah Palo Bapatuh. Motif ini memiliki makna cita-cita luhur.

Source Kayanya Motif Batik Sumatera Barat Batik
Comments
Loading...