Kartini Muljadi, Kolektor Pelestari Batik

0 9

Kartini Muljadi, Kolektor Pelestari Batik

Dimulai dari ketertarikan, lalu mengoleksi, dan melestarikan batik adalah tiga hal yang dilakukan Kartini Muljadi. Sosok yang dikenal sebagai hakim dan notaris kesohor ini baru saja meluncurkan sebuah buku berjudul Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta.

Menurut perempuan berusia 87 tahun ini, dokumentasi mengenai tekstil nusantara, termasuk batik, masih minim. Sehingga ia berinisiatif untuk mendokumentasikan koleksi batik miliknya dalam bentuk buku.

Bagi perempuan yang namanya terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini, batik mewakili perasaan mendalam terhadap sosok nenek Kartini yang menggantikan peran ibunya setelah meninggal dunia. Nenek Kartini yang selalu menggunakan batik membuat Kartini merasa kain tersebut sudah lekat dalam kehidupannya sejak kecil.

Harapan ibu dari pengusaha Dian Muljadi ini agar buku tersebut bisa turut serta dalam memelihara, melestarikan, juga mempromosikan budaya Indonesia. “Buku ini bertujuan agar generasi penerus dapat mengenal batik, lalu batik dihargai dan dilestarikan. Bahwa ini seni asli yang perlu kita banggakan dan tidak kita singkirkan,” ucap Kartini yang bicaranya terbata-bata.

Buku 198 halaman ini berisi tentang beragam hal mengenai batik, mulai dari cerita tentang batik sebagai identitas bangsa, tradisi membatik, proses pembuatan batik, pengenalan pola batik, dan berbagai koleksi batik yang dimiliki Kartini.

Secara garis besar, tiga jenis batik yang ada dalam koleksi Kartini meliputi batik Solo dengan ciri khas warna cokelat dan hitam, batik pesisiran yang berwarna cerah, dan batik Iwan Tirta yang tradisional sekaligus modern.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam peluncuran buku bersyukur atas terbitnya buku ini. Ia akan menggunakan buku karya Kartini untuk belajar lebih banyak soal batik.

“Buku ini akan menjadi referensi saya tentang batik. Saya memang harus belajar soal batik karena harus mempromosikan batik di dalam dan luar negeri,” kata Triawan.

Kartini sendiri memiliki 250 lembar koleksi kain. Banyak di antaranya merupakan barang langka. Menurut ahli tekstil, Lucky Wijayanti, koleksi langka tersebut antara lain batik motif buketan, pagi sore, dan tokwi.

“Apa yang dilakukan Ibu Kartini adalah mengurutkan batik dari waktu ke waktu. Berbeda dengan kolektor lain yang hanya suka pada batik. Koleksi Ibu Kartini termasuk batik yang ada pengaruh dari Belanda, Tiongkok, Jepang, hingga batik kontemporer,” ujar Lucky.

Menurut Lucky, buku ini dibuat bukan hanya sekadar katalog batik tetapi juga bisa menjadi referensi dalam bidang akademis.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/kartini-muljadi-kolektor-pelestari-batik
Comments
Loading...