Karakteristik Batik di Pulau Sumatra

0 54

Karakteristik Batik di Pulau Sumatra

Motif batik yang berkembang di setiap daerah berbeda-beda. Motif batik bisanya menggambarkan lingkungan daerah dimana batik itu berkembang. Tumbuhan yang khas, binatang yang banyak di daerah tersebut atau kehidupan masyarakat di daerah tersebut pula. Kesan-kesan tersebut memang ada karena sebuah gagasan atau hal yang memiliki makna tersendiri bagi penciptanya. Batik pada dasarnya memang identik dengan Jawa, dilihat dari namanya saja sudah “njawani” atau terlihat kental sekali jawanya. Akan tetapi batik tidak hanya ada di Jawa melainkan pada setiap daerah memiliki batik kas sesuai kondisi daerahnya masing-masing. Batik pada setiap daerah berbeda-beda, mulai dari corak/motif hingga cara pembuatannya.

Di pulau Indonesia bagian Barat misalnya, Sumatera. Di Sumatera terdapat beberapa daerah dengan batik dan khas daerahnya masing-masing.

  1. Batik Riau memiliki motif yang unik, berbentuk garis memanjang seperti tabir, sehingga batik Riau lebih dikenal dengan sebutan batik tabir. Teknik pembuatannya adalah dengan menggunakan teknik kuas atau lukis untuk mendapatkan warna yang sesuai keinginan. Batik Riau menggunakan motif sulaman tekat. Akan tetapi saat ini penggunaan teknik lukis sudah hampir punah, karena tradisi membatik di tanah Melayu Riau tidak seperti di Jawa yang seolah-olah seperti roda kehidupan.
  2. Batik Jambi dalam pembuatannya menggunakan pewarna alami yaitu dari tanaman, buah-buahan, hetah kayu dan saga. Warna khas batik Jambi yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Motif yang diambil biasanya berasal dari alam, seperti tumbuhan, hewan ataupun aktivitas sehari-hari warga Jambi. Motifnya satu-satu atau biasa disebut dengan motif “ceplokan” . motif batik di Jambi yang terkenal yaitu motif kapal Sanggat, Kuau berhias, durian pecah, merak ngeram dan tampok manggis.
  3. Batik Padang dalam bahasa Minangkabau sering disebut batik Tanah Like (tanah liat), merupakan jenis kain yang berasal dari Minangkabau. Teknik pembuatannya menggunakan tanah liat sebagai pewarnanya. Motif batik Padang antara lain motif kaluak paku, pucuk rebung dan motif rangkiang. Dahulu pemakaian batik ini hanya digunakan untuk acara-acara adat dan dipakai oleh para pemuka adat saja namun sekarang sudah bisa digunakan untuk masyarakat pada umumnya dan kesehariannya.
  4. Bengkulu memiliki sebuah nama untuk batik yang menjadi khasnya. Batik Kanganga adalah batik yang tercipta dari mengadopsi motif Kain Basurek yaitu kain yang memiliki motif khas bernuansa kaligrafi Jambi dan cirebon. Motif khas batik Kanganga berupa huruf asli Rejang. Motif kain basurek bertuliskan huruf arab yang bisa dibaca, akan tetapi perlu diketahui bahwa kain ini sangat sakral, sehingga pengguanannya tidak boleh sembarangan. Biasanya digunakan pada pemakaian kain upacara adat pengantin dan untuk menutupi mayat.
  5. Batik Aceh dengan motif-motif yang melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Kuatnya pengaruh Islam juga turut mewarnai motif-motif batik diantaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar dan garis. Contoh motif yang lain adalah motif pintu yang menunjukkan tinggi pintu yang rendah, kemudian motif tolak angin yang melambangkan banyaknya ventilasi udara disetiap rumah adat dan juga mengartikan bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerims perbedaan. Motif bunga jeumpa-bunga kantil, diambil karena banyak terdapat di aceh. Kuatnya pengaruh islam juga turut mewarnai motif-motif batik diantaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar, dan garis.
  6. Batik Lampung yang berkembang saat ini sebagian diambil dari motif-motif pada kain tradisional Lampung yang telah berkembang sebelumnya. Seperti motif gamolan, siger, kupu-kupu dan gajah. Hal tersebut merupakan simbol perkembangan budaya yang diaplikasikan ke dalam motif batik yang diangkat dari akar budaya daerah masing masing. Teknik pembuatannya ada beberapa macam, yaitu canting manual, cap dan printing.
  7. Batik Medan terinspirasi untuk mempunyai ciri khas tersendiri dan diambil dari tiap suku yang ada di Sumatera Utara, dinamakan Batik Motif Medan. Motifnya batik disesuaikan dengan lima etnis Batak yang ada di Sumatera Utara, yaitu Mandailing, Tapanuli Utara (Toba), Simalungun, Karo, Pakpak Dairi, dan Tapanuli Tengah. Motif batik dari lima etnis Batak, itu di antaranya corak dari kain ulos Batak, motif Hari Hara Sundung di Langit yang menunjukkan ciri khas Batak Toba, dan motif Pani Patunda dari Simalungun. Selain itu, motif Melayu seperti pucuk rebung, semut beriring, itik pulang petang. Kemudian motif Toba ada desa nawalu, gorga sitompi, Batak Mandailing dengan motif mataniari juga dikembangkan sebagai motif Batik Medan.
  8. Batik Palembang ini memiliki keunggulan yang tak kalah menarik dari batik lain di Indonesia. Batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yaitu tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang adalah motif bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh.
Source http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/ http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/2018/02/28/batik-nusantara/
Comments
Loading...