Karakteristik Batik Di Pulau Kalimantan

0 56

Karakteristik Batik Di Pulau Kalimantan

Batik Kalimantan juga memiliki corak yang bagus dan mengandung makna yang cukup dalam, dikenal dengan sebutan sasirangan. Sama seperti motif batik dari Yogyakarta, Sasirangan dulu juga hanya boleh dikenakan oleh golongan tertentu sehingga sasirangan dapat menggambarkan suatu golongan atau strata sosial orang yang mengenakannya. Pada perkembangannya, Sasirangan digunakan sebagai pakaian adat untuk upacara tertentu. Namun, saat ini kain tersebut dapat dikenakan oleh siapa saja. Bahkan, Sasirangan juga dijadikan sebagai souvenir khas Banjarmasin.

Motif sasirangan yang paling umum dijumpai adalah Mandau dan Enggang. Mandau adalah senjata khas suku Dayak sedangkan Enggang adalah burung elang asal Kalimantan. Batik Sasirangan lebih menonjolkan pada warna – warna yang terang dan ceria seperti warna hijau stabilo, orange, merah, dan warna cerah lainnya. Hal ini tentu menjadi ciri khas tersendiri bagi batik Kalimantan karena warna – warna batik biasanya selalu identik dengan warna – warna tua.Batik Shaho merupakan batik khas Balikpapan, Kalimantan Timur.

Motif batik tersebut mengadopsi motif dayak kenyah yang lebih banyak menggambarkan motif tumbuh – tumbuhan yang biasa diaplikasikan pada ukiran kayu khas suku dayak. Pantangan masyarakat setempat saat membuat motif pada batik Shaho adalah tidak boleh membuat motif dengan objek bernyawa misalnya manusia dan binatang. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan penduduk setempat. Walaupun batik Shaho tidak sepopuler Sasirangan, batik Shaho memiliki ciri khas yang unik walaupun motifnya sangat terbatas yaitu hanya sebatas obyek tumbuhan dan motif ukiran sederhana.

Source http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/ http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/2018/02/28/batik-nusantara/
Comments
Loading...